Bank Yudha Bhakti Kantongi Izin Efektif Right Issue dari OJK

Content Promotion - detikFinance
Jumat, 19 Jun 2020 22:18 WIB
Bank Yudha Bhakti
Foto: Dok. Bank Yudha Bhakti
Jakarta -

PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BYB) resmi mendapatkan Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran dalam rangka right issue pada Kamis (18/6/2020). BYB melakukan right issue dengan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.320.381.878 lembar saham dengan nominal Rp 100 per saham atau setara 17,65% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

"Harga pelaksanaan right issue itu ditetapkan senilai Rp 300 per saham. Dengan begitu, diharapkan BYB akan mengantongi dana segar dari aksi korporasi tersebut sebanyak-banyaknya sebesar Rp 396,11 miliar," ujar Corporate Secretary Bank Yudha Bhakti, Januar Arifin, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2020).

BYB menjadwalkan perdagangan saham dengan HMETD akan digelar pada 26 Juni di pasar reguler dan negosiasi, serta 30 Juni di pasar tunai. Sedangkan perdagangan saham tanpa HMETD akan dilakukan pada 29 Juni di pasar reguler dan negosiasi, serta pada 1 Juli di pasar tunai.

Pencatatan right issue di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan digelar pada 2 Juli 2020. Periode perdagangan right issue ini digelar pada 2-8 Juli dan periode penyertaan saham hasil pelaksanaan right issue pada 6-10 Juli 2020.

Tidak ada pembeli siaga dalam right issue ini. Namun, PT Akulaku Silvrr Indonesia selaku pemegang saham utama BYB telah menyatakan kesanggupannya untuk mengeksekusi haknya untuk memiliki maksimum saham sebesar 24,99% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah hasil right issue.

Sedangkan PT Gozco Capital dan Asabri telah menyatakan untuk tidak melaksanakan haknya dalam right issue tersebut. Keduanya dapat mengalihkan haknya dalam HMETD dengan mekanisme pasar melalui BEI. Apabila setelah alokasi ada HMETD yang tidak terserap pasar maka seluruh sisa tersebut akan dikembalikan ke dalam portepel.

"Penambahan modal lewat right issue ini dilakukan Bank Yudha Bhakti untuk mewujudkan rencana naik kelas menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II. Modal inti BYB per akhir 2019 telah mencapai Rp 906,88 miliar. Sehingga tinggal sedikit lagi untuk bisa memenuhi persyaratan BUKU II dengan modal inti Rp 1 triliun - Rp 5 triliun," jelasnya.

Dengan terealisasinya right issue ini maka ruang bagi Bank Yudha Bhakti untuk menjalankan ekspansi bisnisnya semakin lebar, apalagi dengan transformasi perseroan menuju Bank Digital. Dana bersih yang diperoleh dari hasil right issue, digunakan seluruhnya untuk pengembangan usaha perseroan berupa penyaluran kredit dan kegiatan operasional perbankan lainnya.

"Perlu dicatat, meskipun kondisi keuangan tengah menghadapi COVID-19, perseroan berhasil membukukan net profit sebesar Rp 13,19 miliar pada kuartal I 2020. Laba tersebut memang sedikit turun dari kuartal I 2019 sebesar Rp 14,18 miliar," tuturnya.

Selain itu, Bank Yudha Bhakti juga memiliki tingkat kecukupan modal yang sangat baik dengan mencatatkan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 29,96% pada kuartal I 2020. Meningkat signifikan dari kuartal I 2019 sebesar 17,83%.

(ads/ads)