Bos Wanita Masih Kurang Banyak di Perusahaan Keuangan

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2020 10:24 WIB
Mata uang poundsterling / pounds
Poundsterling/Foto: Dok. REUTERS/Leonhard Foeger
Jakarta -

Kementerian keuangan Inggris menginginkan target keberagaman yang lebih tinggi lagi di perusahaan-perusahaan keuangan karena ruang bagi wanita masih terbatas. Pemerintah menginginkan ada 33% pegawai wanita di kantor yang menduduki posisi atas. Saat ini, angkanya berada di level 32%.

"Saya bertekad untuk melihat sektor jasa keuangan menunjang kemajuan dalam hal keanekaragaman," kata Menteri Jasa Keuangan Inggris John Glen dikutip dari Reuters, Selasa (23/6/2020).

Sebuah kajian menunjukkan bahwa ada 26 perusahaan yang memberikan kesempatan bagi perempuan untuk menduduki jabatan senior. Hampir 60% di antara perusahaan tersebut memasang target 33% untuk posisi perempuan.

Pemimpin distrik keuangan London, Catherine McGuinness mengatakan langkah ini menunjukkan hal baik, namun perlu lebih cepat lagi dalam pelaksanaannya.

Dalam upaya ini, Kementerian Keuangan Inggris sudah meluncurkan Piagam Perempuan dalam Keuangan atau A Women in Finance charter pada 2016. Piagam ini juga dimaksudkan untuk memotivasi peningkatan target pekerja perempuan dari 14% di 2015.

Lebih dari 370 perusahaan dengan total lebih dari 900.000 karyawan telah menandatangani piagam dan berkomitmen untuk mencapai target tersebut.

Namun, sebuah tinjauan oleh New Financial think tank dari 187 perusahaan, hanya sepertiga yang telah memenuhi atau melampaui target mereka sendiri.

"Krisis virus Corona telah menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat beradaptasi. Sekarang ada peluang untuk menantang pemikiran lama di semua bidang, tidak hanya pekerjaan fleksibel, keanekaragaman dapat menjadi prioritas bisnis strategis dan mempercepat laju perubahan," kata New Financial.



Simak Video "Dear Bucin, Yuk Kenali 'Toxic Financialship' saat Berpacaran!"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)