BUMN Terlibat Penyelamatan Modal Bukopin, Apa Dampaknya Buat Nasabah?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 24 Jun 2020 18:16 WIB
Bank Syariah Bukopin (BSB) akan meluncurkan pembiayaan baru sekitar Rp 500 miliar. Pembiayaan ini diluncurkan pada semester II/2013.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Bank Bukopin Tbk mendapatkan bantuan teknis atau technical assistance dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) untuk membenahi masalah likuiditas dan operasional bank.

Hal ini tertuang dalam surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diterima BRI tanggal 11 Juni 2020 perihal permintaan technical assistance untuk Bukopin.

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Anggawira mengatakan langkah ini adalah cara yang baik untuk mengembalikan kondisi likuiditas Bukopin yang merupakan sumber modal usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.

"Kami apresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh BRI dalam proses pendampingan dan jangan lupa bahwa Bank Bukopin ini banyak dana-dana nasabah UMKM serta juga koperasi yang ada disana," ujar Anggawira dalam siaran pers, Rabu (24/6/2020).

Menurut dia penerapan strategi ini ditujukan untuk menjamin layanan perbankan yang komprehensif kepada nasabah melalui jaringan yang terhubung secara nasional, produk yang beragam serta mutu pelayanan dengan standar yang tinggi.

"Ini bentuk perhatian yang luar biasa dari BRI atas pendampingan yang diberikan kepada Bank Bukopin. Jangan sampai dalam situasi yang seperti ini memang bukan hanya Bank Bukopin, tapi bank lain juga likuiditasnya sangat sulit," ucapnya.

Dengan komitmen yang diberikan oleh pemerintah, diharapkan nasabah juga bisa percaya dan memberikan dukungannya. Sebab jika sampai ada perbankan yang mengalami likuidasi, maka dampaknya ke perbankan lain.

"Soal Bank Bukopin ini intinya harus ada keberpihakan pemerintah dan OJK dalam penyelesaian persoalan tersebut. Karena kita ketahui bersama juga komitmen dari investor kan belum jelas yang artinya tinggal dikawinkan dengan Bank BUMN," ungkapnya.

Dia menambahkan, hal tersebut perlu untuk memberikan pemahaman kepada nasabah terkait isu likuiditas yang sempat membayangi Bank Bukopin.

"Tingkat kepercayaan nasabah naik, membaik karena pemerintah, dan regulator, pemegang saham sudah komitmen, serta manajemen baru akan menjaga bank ini jauh lebih bagus," tuturnya.



Simak Video "Teras BRI Kapal, Penjaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)