KPK hingga Polri 'Pelototi' Rp 30 T yang Dititip ke Bank BUMN

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 27 Jun 2020 17:30 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah tidak memiliki niat buruk dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Semua program penanggulangan COVID-19 ditujukan agar perekonomian kembali normal dan masyarakat sejahtera kembali.

Dalam program PEN, banyak program yang dilakukan pemerintah salah satunya menempatkan dana pada perbankan. Sri Mulyani menceritakan dana tersebut dimanfaatkan untuk mendorong sektor riil bergeliat kembali.

"Supaya dana terpakai tepat sasaran, waktu merencanakan kita mencatat baik, bahkan kami mengundang penegak hukum, untuk memutuskan untuk taruh duit di bank kita undang Jaksa agung, Kapolri, KPK,ini loh kenapa kita buat keputusan itu," kata Sri Mulyani dalam video conference, Sabtu (27/6/2020).

"Kalau kita tujuannya hengky pengky nggak bakalan saya buat keputusan itu," tambahnya.


Sri Mulyani menjelaskan, setiap keputusan yang dilakukan pemerintah pun selalu dicatat dan direkam pelaksanaannya, baik mulai dari pembahasan tingkat menko hingga pada sidang kabinet paripurna. Begitu juga dengan keputusan pemerintah menempatkan dana sekitar Rp 30 triliun di perbankan BUMN.

Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Anggaran Penanganan Covid-19 Naik Jadi Rp 695,2 T"
[Gambas:Video 20detik]