Ada Nggak Sih Kerugian Negara di Kasus Jiwasraya?

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2020 06:00 WIB
Infografis Jiwasraya
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Kerugian yang diakibatkan kasus Asuransi Jiwasraya bisa lebih besar dari perkiraan saat ini. Sebab yang saat ini diungkap hanyalah kerugian negara, belum menyentuh ranah kerugian perekonomian negara.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Kejaksaan Agung (Kejagung) sempat membuka opsi untuk melakukan investigasi lebih dalam ke arah sana.

"Mengingat besar dan masifnya kasus ini, bersama Kejaksaan, kami bahkan sempat akan membuat rumusan perhitungan kerugian negaranya bukan hanya kerugian negara tetapi juga kerugian perekonomian negara," kata Ketua BPK Agung Firman Sampurna dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Tetapi setelah mempertimbangkan secara cermat aspek teknis yuridisnya maka pihaknya sejauh ini hanya menetapkannya menjadi perhitungan kerugian negara.

Lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan jika nantinya dalam proses pengungkapan skandal Jiwasraya ternyata kerugiannya meliputi lingkup perekonomian negara.

"Tidak tertutup kemungkinan apabila kemudian aparat penegak hukum mendapatkan bukti-bukti yang lebih, ini bisa menjadi bukan hanya sekedar perhitungan kerugian negara tetapi juga kerugian perekonomian negara," tambahnya.

Sementara ini, kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya sebesar Rp 16,81 triliun. Itu terdiri dari kerugian yang disebabkan kesalahan pada investasi saham dan reksa dana. Kerugian terbesar ada pada instrumen investasi reksa dana. BPK juga akan selidiki keterlibatan BUMN lain.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Benny Tjokro-Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup"
[Gambas:Video 20detik]