Cara Erick Thohir Cegah Skandal Jiwasraya Terulang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 02 Jul 2020 21:15 WIB
Menteri BUMN bersama Menhub dan Gubernur DKI Jakarta resmikan stasiun terpadu Tanah Abang. Keberadaan stasiun ini diharapkan dapat memudahkan mobilisasi warga.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Menteri BUMN eri tak ingin skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terulang. Maka itu, pihaknya tengah menyusun strategi agar kasus ini tak terulang di dana pensiun BUMN.

Erick mengatakan, pihaknya tengah mengkaji konsolidasi dana pensiun BUMN.

"Saya tidak mau kejadian Jiwasraya juga terulang di dana pensiun BUMN. Kita sedang coba konsolidiasi dana pensiun ini. Bahwa dana pensiun BUMN ini kita coba konsolidasikan tapi legal hukumnya ini lagi kita pelajari. Karena dana pensiun ini di bawah kebanyakan yayasan atau pendiri ini menjadi tidak mudah," kata Erick dalam webinar Kingdom Business Community, Kamis (2/7/2020).

Meski begitu, Erick mengatakan ada dana pensiun yang terbuka visi ini. Sehingga, tidak ada uang yang hilang.

"Ada dana pensiun sangat welcome dengan visi ini karena daripada uangnya hilang, berapa ratus miliar dana yang ada di Pertamina hilang, berapa ratus miliar dana di situ hilang, di sini hilang," ujarnya.

"Padahal kalau digabungkan tidak hanya mensejahterakan pensiunan, mensejahterakan juga manajemen karena bagi hasil jelas. Tapi, yang paling penting banyak investasi jangka panjang bisa dibaiyai hal ini," tambahnya.

Erick bilang, untuk tahap awal pihaknya akan konsolidasikan 3 hingga 4 dana pensiun besar.

"Saya berusaha dana pensiun BUMN kita coba konsolidasi mungkin awalnya 3-4 dana pensiun besar, nanti pelan-pelan bisa menyeluruh, mudah-mudahan," terangnya.



Simak Video "Kejagung Buka Suara Soal Fee Broker Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)