Untung Rugi Rp 1.000 Jadi Rp 1

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2020 16:04 WIB
Redenominasi Batal di 2020
Foto: Tim Infografis/Fuad Hasim
Jakarta -

Redenominasi atau menyederhanakan nilai rupiah kembali diwacanakan Pemerintah. Wacana itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2020-2024. Dalam regulasi tersebut, RUU Redenominasi masuk dalam 19 Program Legislasi Nasional Jangka Menengah Tahun 2020-2024.

Mengutip PMK 77 tahun 2020, Selasa (7/7/2020) ada 2 keuntungan atau dampak positif yang menjadi alasan Kemenkeu melanjutkan wacana redenominasi tersebut.

Pertama, redenominasi dapat menimbulkan efisiensi pada perekonomian. Pasalnya, redenominasi dapat mengurangi waktu transaksi, human error, dan efisiensi pencantuman harga barang/jasa karena sederhananya jumlah digit rupiah.

Sistem transaksi dan juga akutansi juga lebih sederhana dengan pengurangan angka nol di rupiah. Lalu, bagi negara keuntungannya ialah penyederhanaan pelaporan APBN.

Kemudian, menurut Direktur Riset Centre of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah, redenominasi bisa menaikkan martabat rupiah. Ia menilai wacana ini akan berdampak bagus dan harus cepat dibahas dan disiapkan.

"Redenominasi kan penyederhanaan dengan hilangkan nol-nya, jadi Rp 1.000 jadi Rp 1. Ini kan bisa mengangkat martabat uang kita, yang seperti tidak bernilai saat ini karena nolnya kebanyakan, jadi saya kira harusnya cepat dibahas," kata Piter kepada detikcom, Selasa (7/7/2020).

Namun, redenominasi juga memiliki kekurangan. Buka halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Penyederhanaan Nilai Rupiah alias Redenominasi Nongol Lagi"
[Gambas:Video 20detik]