Bos Bank BUMN & Swasta Bertemu Airlangga 90 Menit, Ini yang Dibahas

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2020 13:50 WIB
Royke Tumilaar diangkat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri menggantikan Kartika Wirjoatmodjo, Senin (9/12/2019). Senyum cerah terlihat di wajahnya saat konferensi pers usai RUPSLB.
Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar/Foto: Agung Pambudhy

Tak hanya Himbara, ternyata bank swasta seperti BCA juga turut memberikan stimulus pada nasabahnya di tengah pandemi COVID-19 melalui restrukturisasi kredit. Namun, Jahja Setiaatmadja enggan menerangkan lebih jauh mengenai pelaksanaannya karena terburu-buru meninggalkan gedung kantor Airlangga.

"Semuanya kita kasih dong, nasabah semuanya dikasih restrukturisasi," tutup Jahja.

Sementara itu, Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, tujuan utama pemanggilan itu karena pihaknya ingin meminta laporan dari para pimpinan perbankan terkait kondisi perekonomian terkini.

"Kita minta informasi dari real yang tahu di lapangan kayak apa kan mereka. Jadi keseluruhan ekonomi ini. Ya tetap ada membahas mengenai PEN seperti apa, itu kan hanya bagian saja. Tapi keseluruhan ekonomi," tutup Susi.

Sebagai informasi, pemerintah menempatkan dana Rp 30 triliun ke bank-bank BUMN dalam rangka percepatan PEN. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara di Bank Umum dalam Rangka Percepatan PEN.

Penempatan dana tersebut dilakukan agar Himbara dapat memiliki tambahan likuiditas untuk melaksanakan penugasan penyaluran kredit modal kerja pada pelaku usaha. Namun, perlu diketahui stimulus ini hanya dicairkan untuk membantu pemulihan ekonomi di sektor riil. Secara rinci, dari Rp 30 triliun itu BRI mendapatkan Rp 10 triliun, Bank Mandiri Rp 10 triliun, dan Rp 10 triliun sisanya dibagi untuk BTN dan BNI masing-masing Rp 5 triliun.

Halaman

(ara/ara)