Pengusaha Minta Pemerintah Cetak Duit Ketimbang Tambah Utang

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2020 18:13 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Sektor pariwisata menjadi yang paling terpuruk akibat pandemi COVID-19. Untuk membantu sektor ini segera pulih, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pariwisata Kosmian Pudjadi berharap pemerintah bisa menambah suntikan dana kepada para lini bisnis di dalam sektor ini. Ia menyarankan agar pemerintah dapat memberikan uang segar (fresh money) dengan cara mencetak uang bukan lagi restrukturisasi utang.

"Untuk mengganti dana yang hilang tersebut. Kami mengusulkan cetak uang itu dilakukan semua negara bukan bikin utang baru, cetak uang karena sifatnya mengganti uang yang hilang," kata Kosmian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI, Selasa (14/7/2020).

Seperti diketahui, sektor pariwisata mulai dari penerbangan hingga penginapan, benar-benar terpukul akibat pandemi COVID-19. Pengusaha hotel, losmen, vila, dan sejenisnya kini berusaha bertahan dengan berbagai cara. Meski sudah mulai beroperasi di masa transisi ini, pertumbuhannya tidak seberapa bahkan belum semua bisa operasional seperti biasanya.

Demi membantu pemulihan sektor pariwisata, berbagai tambahan stimulus sangat dibutuhkan. Terutama stimulus pendanaan dengan cara mencetak uang tadi sehingga pemerintah bisa menyerahkan suntikan dana melalui bank kepada pengusaha. Dengan mencetak uang, bunga pinjaman dari bank bisa ditekan menjadi 0% sehingga pengusaha bisa mencicil pokok utangnya dengan lancar.

"Kami harapkan pemerintah memberi bantuan bunga, sehingga bunga 0%, sehingga kita menyicil pokoknya, sehingga utang kita turun," tambahnya.

Adapun total stimulus pendanaan yang dibutuhkan sektor pariwisata adalah sebesar US$ 15 miliar atau Rp 210 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS). Dana itu dibutuhkan untuk menggantikan potensi dana yang hilang dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kadin DKI: Penjualan Lewat Media Digital Selama Pandemi Meningkat"
[Gambas:Video 20detik]