Survei BI: Pertumbuhan Kredit Tahun Ini Diperkirakan 2,5%

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2020 11:50 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pertumbuhan kredit bank tahun ini diproyeksi melemah. Hal itu berdasarkan survei Bank Indonesia (BI) terkait pertumbuhan kredit baru pada triwulan II-2020.

Dalam keterangan resmi BI, Rabu (15/7/2020), pertumbuhan kredit baru pada triwulan II-2020 diproyeksi melambat. Hal itu tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan II-2020 sebesar -33,9%, lebih rendah dibandingkan 23,7% pada triwulan sebelumnya dan 78,3% pada triwulan II-2019.

"Berdasarkan jenis penggunaan, penurunan pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit, dengan penurunan terbesar pada jenis kredit investasi," bunyi keterangan tersebut.

Pertumbuhan kredit baru diperkirakan meningkat pada triwulan III-2020. Meski, tidak setinggi periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kebijakan penyaluran kredit pada triwulan III-2020 juga diperkirakan lebih longgar. Hal itu berdasarkan indeks lending standard (LCS) sebesar 3,9%, lebih rendah dibandingkan 35,5% pada triwulan sebelumnya.

"Pelonggaran standar penyaluran kredit akan dilakukan pada seluruh jenis kredit, dengan aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar yaitu plafon kredit, agunan, dan jangka waktu kredit," bunyi keterangan BI lebih lanjut.

Hasil survei ini menjadi indikasi pertumbuhan kredit yang melambat untuk keseluruhan tahun 2020. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2020 sebesar 2,5% (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1% dan perkiraan pada survei periode sebelumnya sebesar 5,5%.



Simak Video "Santap Sepuasnya di Resto Berkelas Lewat 'Makan Bareng Mega'"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)