Kafe-Toko Online Sudah Penggal Angka Nol, RI Siap Redenominasi?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 16 Jul 2020 22:30 WIB
Redenominasi Batal di 2020
Foto: Tim Infografis/Fuad Hasim

Piter menilai, proses menuju penerapan redenominasi pun tak akan mengganggu perekonomian.

"Tidak, sama sekali tidak mengganggu. Karena tidak ada yang diganggu. Karena dalam proses pelaksanaan redenominasi itu masyarakat melakukan sesuatu semuanya sama. Tidak ada yang berubah," jelas Piter.

Ia pun tak ada saran khusus kepada Pemerintah dalam merencanakan penerapan redenominasi. Piter mengatakan, Pemerintah hanya perlu memulainya.

"Just do it. Karena nggak ada yang masalah itu. Dan masyarakat juga sudah melakukannya. Kalau ke barbershop, kafe, restoran, itu sudah kita laksanakan redenominasi," tegas Piter.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual berpendapat redenominasi sebaiknya dimasukkan dalam fokus Pemerintah jangka panjang.

"Untuk rencana jangka panjang nggak masalah, itu kan hanya persoalan technical. Tapi dari sisi nilai kan tetap. Penampakannya saja, nolnya saja dikurangi. Itu kan kenyamanan juga," ungkap David ketika dihubungi detikcom secara terpisah.

Menurut David, Pemerintah harus berhati-hati jika memulai penerapan redenominasi dalam waktu dekat, apalagi ketika pandemi Corona masih berlangsung. Pasalnya, ia meyakini redenominasi akan melibatkan perbankan yang saat ini sedang fokus melaksanakan restrukturisasi kredit untuk nasabah yang terdampak COVID-19.

"Kalau dalam kondisi sekarang lebih baik jangka panjang. Karena sekarang fokus perbankan lagi menangani persoalan sulit, restrukturisasi dan lain-lain," pungkas David.

Halaman

(dna/dna)