Kantor Sri Mulyani Digeruduk Pendemo Tolak Asing Caplok Bukopin

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 24 Jul 2020 15:39 WIB
Pendemo geruduk kantor Sri Mulyani, tolak asing caplok Bukopin
Foto: Pendemo geruduk kantor Sri Mulyani, tolak asing caplok Bukopin/Herdi Alif Al Hikam/detikcom

Sebelumnya, Bukopin sendiri sudah mendapatkan izin melakukan penawaran umum terbatas kelima (PUT V) dengan penerbitan saham baru. Skemanya dengan memberikan penawaran Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada pemegang saham.

Berdasarkan persetujuan RUPSLB yang telah digelar Bukopin sebelumnya, jumlah saham yang akan diterbitkan terdiri dari saham kelas B sebesar 4,66 miliar atau 40% dari jumlah saham beredar saat ini.

Dengan rasio tersebut, maka setiap 5 saham lama akan mendapatkan 2 HMETD, kemudian 1 HMETD berhak untuk mendapatkan 1 saham jika dilaksanakan pada periode pelaksanaan HMETD, dengan harga pelaksanaan Rp 180 per saham. Jika dikalikan jumlah saham baru dengan harga pelaksanaan itu maka dana yang akan dikantongi Bukopin nantinya sekitar Rp 838 miliar.

Kedua pemegang saham utama Bukopin, Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank telah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan HMETD pada PUT V. KB Kookmin Bank, sesuai dengan rencananya untuk menjadi pemegang saham pengendali dan telah menyatakan kesiapan menjadi Pembeli Siaga untuk menyerap seluruh HMETD yang tidak dieksekusi pemegang saham lainnya.

Halaman


Simak Video "Trump Tepis Tudingan Nggak Bayar Pajak"
[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)