Pandemi Corona Bikin Asuransi 'Banting Setir' ke Digital

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2020 16:23 WIB
Ilustrasi Asuransi Online
Ilustrasi/Foto: shutterstock

Dalam kesempatan yang sama, Bianto Surodjo, Director & Chief of Partnership Distribution Officer PT Asuransi Allianz Life Indonesia menambahkan, bisnis digital diakui membantu asuransi untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, pesatnya perkembangan pada payment system akan diikuti pula oleh asuransi.

"Mungkin Perjalanan asuransi akan mengikuti jejak payment ini, hanya start poinnya saja yang berbeda" jelas dia.

Ia menambahkan, jika ingin berkembang lebih cepat, maka asuransi harus memasukkan ekosistem digital.

"Di Asuransi umum sudah berjalan, menempelkan asuransi perjalanan ke platform perjalanan. Allianz juga sudah memulai menerapkan ini dengan bekerja sama dengan Bukalapak misalnya, untuk menawarkan asuransi kesehatan dan jiwa," jelas dia.

Dengan Indonesia sebagai negara dengan pengguna internet yang besar dan sangat aktif terutama oleh para kaum milenial, insurtech menjadi solusi dalam mendorong penetrasi dan pertumbuhan asuransi di Indonesia. Berdasarkan data OJK, jumlah aset asuransi sampai dengan Mei 2020 mencapai Rp 1.313 triliun, tumbuh 1,43% secara year on year. Pangsanya mencapai 53,02% dari total asset IKNB yang mencapai Rp 2.476 triliun.

Halaman


Simak Video "Apresiasi TNI untuk 'Asap Digital' Jambi Demi Cegah Karhutla"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/ara)