Bank Kembali Gencar Salurkan Kredit ke Sektor Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2020 14:00 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Perbankan nasional berupaya tetap menyalurkan kredit di tengah pandemi COVID-19. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengungkapkan penyaluran kredit yang dilakukan bank saat ini sebagai cara untuk menopang ekonomi nasional.

"Terutama untuk nasabah yang bank nilai bisa segera kembali pulih setelah masa transisi COVID-19 selesai," kata dia kepada detikcom, Selasa (11/8/2020).

Dia mengungkapkan, seperti sektor infrastruktur, farmasi, ritel dan distribusi serta perkebunan menjadi sektor yang memiliki potensi perbaikan yang cepat. Kemudian untuk konsumen seperti perubahan berskala medium dan skala bawah juga masih memiliki kebutuhan yang besar.

Selain itu kendaraan roda empat juga diproyeksi akan terus menggeliat. Sektor-sektor ini yang akan menjadi bidikan bank.

"Termasuk sektor yang terdampak berat seperti hotel dan industri yang membutuhkan tambahan modal kerja. Bisa tetap menggunakan plafon yang ada. Bank juga bisa menambah plafon jika diperlukan," jelasnya.

Namun, bank juga mengaku berhati-hati untuk nasabah yang terbilang baru. Bank menggunakan strategi bertahan dan menjaga eksistensi nasabah yang selama ini loyal.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) penyaluran kredit bank tertekan akibat melemahnya aktivitas ekonomi yang disebabkan pembatasan sosial. Per Juni 2020 penyaluran kredit bank tumbuh 1,49% year on year, dengan non performing loan (NPL) secara gross 3,11%.

Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 7,95% yoy didukung oleh pertumbuhan DPK BUKU 4 yang mencapai 11,9%. Selain itu sejak 16 Maret 2020 program restrukturisasi perbankan hingga 20 Juli 2020 mencapai Rp 784,36 triliun dari 6,73 juta debitur.

Jumlah ini berasal dari restrukturisasi kredit untuk UMKM yang mencapai Rp 330,27 triliun dari 5,38 juta debitur. Kemudian untuk non UMKM realisasi restrukturisasi kredit mencapai 1,34 juta debitur dengan nilai Rp 454,09 triliun



Simak Video "Santap Sepuasnya di Resto Berkelas Lewat 'Makan Bareng Mega'"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)