3 Fakta Mata Uang Turki Tiarap

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2020 19:30 WIB
ISTANBUL, TURKEY - AUGUST 27:  In this photo illustration, Turkish Lira currency is displayed on August 27, 2018 in Istanbul, Turkey. The Turkish lira slid to 6.22 against the dollar Monday as markets opened after Turkeys week-long Bayram holiday.  (Photo by Chris McGrath/Getty Images)
Foto: Getty Images/Chris McGrath
Jakarta -

Mata uang Turki Lira mengalami tekanan. Bahkan, mata uang ini berada level terendahnya.

Berikut 3 fakta soal mata uang Turki yang tiarap:

1. Lira Keok Gara-gara Independensi Bank Sentral Berkurang

Pada Kamis lalu, lira berada di 7,31 terhadap dolar AS. Dolar sendiri telah menguat lebih dari 23% pada tahun ini.

Mengutip CNBC, Jumat (14/8/2020), inti dari pelemahan mata uang ini disebabkan oleh kebijakan fiskal dan moneter Turki yang tidak konvensional dan berkurangnya independensi bank sentral Turki (TCMB).

2. Erdogan Pecat Gubernur Bank Sentral

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memecat gubernurnya Murat Cetinkaya Juli lalu dalam perselisihan suku bunga tinggi, mendorong siklus pelonggaran agresif dari suku bunga 24% menjadi 8,25% selama setahun terakhir.

3. Masalah yang Dihadapi Turki

Pemerintah telah lama melakukan intervensi untuk menstabilkan mata uang. Namun, saat ini menghadapi kesenjangan pembiayaan eksternal, cadangan terbatas, prospek inflasi yang memburuk, dan meningkatnya simpanan mata uang asing secara lokal, yang semuanya diperkirakan akan semakin memberikan tekanan ke bawah.

Goldman Sachs sendiri telah menaikkan prospek dolar terhadap lira tiga bulan menjadi 7,75. Namun, arah jangka menengah dan panjang akan tergantung pada jalur kebijakan.



Simak Video "Ikut Campur Laut Mediterania, Erdogan Kecam Presiden Prancis"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)