Mata uang Turki Lira mengalami tekanan. Bahkan, mata uang ini berada level terendahnya.
Berikut 3 fakta soal mata uang Turki yang tiarap:
1. Lira Keok Gara-gara Independensi Bank Sentral Berkurang
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Kamis lalu, lira berada di 7,31 terhadap dolar AS. Dolar sendiri telah menguat lebih dari 23% pada tahun ini.
Mengutip CNBC, Jumat (14/8/2020), inti dari pelemahan mata uang ini disebabkan oleh kebijakan fiskal dan moneter Turki yang tidak konvensional dan berkurangnya independensi bank sentral Turki (TCMB).
Baca juga: Lira Turki Tiarap, Ini Biang Keroknya |
2. Erdogan Pecat Gubernur Bank Sentral
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memecat gubernurnya Murat Cetinkaya Juli lalu dalam perselisihan suku bunga tinggi, mendorong siklus pelonggaran agresif dari suku bunga 24% menjadi 8,25% selama setahun terakhir.
3. Masalah yang Dihadapi Turki
Pemerintah telah lama melakukan intervensi untuk menstabilkan mata uang. Namun, saat ini menghadapi kesenjangan pembiayaan eksternal, cadangan terbatas, prospek inflasi yang memburuk, dan meningkatnya simpanan mata uang asing secara lokal, yang semuanya diperkirakan akan semakin memberikan tekanan ke bawah.
Baca juga: Tempat Mencari Souvenir Murah di Istanbul |
Goldman Sachs sendiri telah menaikkan prospek dolar terhadap lira tiga bulan menjadi 7,75. Namun, arah jangka menengah dan panjang akan tergantung pada jalur kebijakan.
(acd/zlf)