700 Ribu Nasabah BRI Terima Dana PEN Rp 30 T

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2020 12:21 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah menempatkan dana Rp 10 triliun kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). Menurut Direktur Utama BRI Sunarso, pihaknya sudah menyalurkan uang tersebut dalam bentuk kredit dengan nilai tiga kali lipat yaitu Rp 30 triliun.

Dana yang disalurkan tersebut telah diterima oleh 716.815 nasabah. Angka tersebut merupakan realisasi hingga 7 Agustus.

"Mencapai angka Rp 30 triliun kredit yang disalurkan dengan menggunakan dana Rp 10 triliun deposito pemerintah tadi itu dicapai pada tanggal 7 Agustus jam 11.30 waktu Indonesia Bagian Barat, karena datanya itu online di dashboard saya itu ada, dan itu disalurkan kepada 716.815 orang nasabah," kata dia dalam paparan kinerja secara virtual, Rabu (19/8/2020).

Komposisi penyalurannya adalah 44% nasabah baru dan 56% nasabah eksisting. Kemudian dari sisi skala usahanya 70% penerima kredit adalah usaha mikro, 30% penerima kredit adalah usaha kecil.

Dia menjelaskan kredit dari dana PEN yang disalurkan kepada nasabah eksisting tidak melanggar aturan sekalipun mereka sudah mendapatkan stimulus berupa restrukturisasi kredit.

"Pokoknya itu harus disalurkan dalam bentuk kredit maka UMKM-UMKM yang kita restrukturisasi itu supaya tidak mati, mereka ini kan membutuhkan tambahan modal kerja, supaya tidak melakukan PHK maka mereka ini kan butuh modal kerja maka itu juga menjadi prioritas penyaluran kredit ini," jelasnya.

Menurutnya jika membangkitkan UMKM tidak cukup hanya dengan restrukturisasi kredit maka perlu mendapatkan bantuan modal kerja juga.

"Dan kemudian kalau ada (nasabah) yang baru ya bagus, makanya tadi 44% kepada kredit yang baru. Tetapi memberikan kredit kepada eksisting UMKM yang sudah direstrukturisasi itu juga tidak melanggar aturan, tidak ada aturan yang dilanggar," tambah Sunarso.



Simak Video "Realisasi Anggaran PEN Telah Capai 45,5%"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)