Bank Mandiri Tutup Peluang UFS Miliki Kiani Kertas

Bank Mandiri Tutup Peluang UFS Miliki Kiani Kertas

- detikFinance
Sabtu, 07 Jan 2006 15:59 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk, menolak tawaran United Fiber System Limited (UFS) dari Singapura, untuk membeli PT Kiani Kertas yang kini sedang terbelit masalah kredit macet senilai US$ 201 juta."Kami telah menetapkan penolakan atas penawaran UFS pada tanggal 2 Januari 2006, yang telah disampaikan kepada Kiani Kertas," kata Abdul Rachman, Direktur Bank Mandiri dalam penjelasan tertulis, Sabtu (7/1/2006).PT Kiani Kertas yang bergerak di industri pulp and paper, merupakan satu dari 30 perusahaan yang sedang diprioritaskan kredit macetnya oleh Bank Mandiri.Menurut Abdul, keputusan terhadap UFS ini, tidak terlepas dari rangkaian negosiasi penyelesaian kredit bermasalah Bank Mandiri dengan Kiani Kertas. Namun Abdul, tidak menyebutkan alasan penolakan atas UFS tersebut. Abdul mengaku, pihaknya akan menyampaikan keterbukaan informasi berkaitan dengan penyelesaian Kiani Kertas, segera setelah Bank Mandiri menetapkan investor yang memenuhi kriteria. Selain UFS, investor lain yang gencar menawar Kiani adalah Keluarga Sampoerna, yang setelah menjual perusahaan rokok PT HM Sampoerna Tbk belum juga jelas kemana arah investasinya.Keluarga Sampoerna, disebut-sebut sebagai calon kuat untuk investor Kiani dan siap melunasi utang Kiani senilai US$ 201 juta kepada Bank Mandiri. Bank Mandiri sampai dengan 30 September 2005 membukukan laba bersih Rp 1,21 triliun dan rasio kredit bermasalah bruto atau Non Performing Loan (NPL) mencapai 23,4 persen pada triwulan III-2005. Tingginya NPL ini, membuat Bank Mandiri berinisiatif membentuk Special Purpose Vehicle (SPV) yang khusus menangani kredit perusahaan macet. SPV ini rencananya akan berdiri sebelum akhir 2006. "Kami optimistis rasio kredit bermasalah Bank Mandiri akan dapat ditekan menjadi 5 persen pada akhir tahun 2007," ujar Abdul. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads