DPR Senggol Teten, 2020 Mau Habis tapi Bantuan UMKM Masih Minim

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2020 16:35 WIB
Poster
Foto: Istimewa
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi UMKM, Mufti Anam, menyoroti masih minimnya penyerapan realisasi anggaran untuk UMKM dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Penyerapan anggaran untuk UMKM tercatat baru terserap Rp44,63 triliun atau 37,2 persen dari total pagu yang disiapkan sebesar Rp123,47 triliun.

"Jajaran Kementerian Koperasi dan UKM, Pak Teten Masduki, harus menambah kerja kerasnya. Padahal tahun anggaran secara efektif hanya tersisa beberapa bulan lagi. Ya memang ini kerja lintas kementerian, tapi kementerian yang secara jelas disebutkan tanggung jawabnya untuk UKM kan Kementerian Koperasi dan UKM," ujar Mufti Anam seusai rapat kerja dengan Menteri Koperasi dan UKM, Kamis (27/8/2020).

Politisi PDI Perjuangan itu meminta ada terobosan yang signifikan dari Kementerian Koperasi dan UKM, mengingat UMKM adalah penopang perekonomian. Semakin UMKM terbantu, maka semakin besar potensi untuk memulihkan ekonomi, meski tetap sulit untuk menghindar dari resesi pada kuartal III/2020 ini.

"Ini kan 98 persen usaha di Indonesia itu adalah UMKM. Artinya, kalau bicara dampak pandemi, ya mereka yang paling terdampak. Modal cekak, cashflow sekarang jeblok, tapi ternyata intervensi kepada mereka sangat lambat. Saya tidak tahu ada masalah apa kok lambat penyerapannya. Akhirnya dampak PEN ke UMKM menjadi tidak optimal," ujarnya.

"Penyerapan dan efektivitas PEN untuk UMKM 2020 ini jadi penentu untuk program PEN 2021. Kalau tahun ini tidak optimal dan tidak efektif, pemulihan tahun depan punya tugas yang jauh lebih berat," ujar Mufti yang juga ketua HIPMI Jawa Timur.

Menurut Mufti, pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 berkejaran dengan waktu. Maka semestinya jajaran kementerian juga bekerja lebih cepat dan tangkas, melakukan terobosan kebijakan yang bisa dieksekusi dengan baik di lapangan.

"Di tengah daya beli yang terbatas, investasi yang minim, dan ekspor yang masih sulit, maka anggaran negara menjadi salah satu pendorong ekonomi. Apalagi, anggaran yang bisa berdampak nyata ke ekonomi rakyat seperti stimulus untuk UMKM. Tapi semua itu akan tidak optimal jika penyerapannya lambat," pungkas Mufti.

(dna/dna)