Realisasi SUN Ritel 6 Bulan Lagi

Realisasi SUN Ritel 6 Bulan Lagi

- detikFinance
Rabu, 11 Jan 2006 12:32 WIB
Jakarta - Investor yang sudah ngebet ingin membeli surat utang negara (SUN) ritel masih harus menunggu. Pasalnya, realisasi SUN eceran ini masih enam bulan lagi.Rencana penerbitan SUN ritel terus molor yang sebelumnya diperkirakan awal tahun ini, ternyata tidak bisa diimplementasikan segera. Masalah infrastruktur, price discovery atau pembentukan harga pasar wajar dan primary dealer (pedagang utama) masih menjadi ganjalan.Namun, pemerintah menargetkan pada semester I-2006, SUN ritel sudah bisa diterbitkan. Untuk realisasi itu, pemerintah tengah menyiapkan infrastrukturnya."Berarti dalam 6 bulan ini kita harus kerja keras supaya terealisasi," ujar Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam diskusi dengan para pelaku pasar di Graha Sawala Depatemen Keuangan (Depkeu), Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/1/2006). Dalam penerbitan SUn ritel itu, Depkeu saat ini bekerjasama dengan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), Bank Indonesia (BI) dan Self-Regulatory Organization (SRO) seperti Bursa Efek Surabaya (BES).Sementara Ketua Bapepem, Darmin Nasution mengatakan, jika SUN ritel terbit dalam 6 bulan ini, maka price discovery-nya harus ditetapkan dalam 3 bulan ini. "Time frame-nya begitu, kalau ingin terbit dalam semester I ini," imbuh Darmin.Sedangkan Dirjen Perbendaharaan Depkeu, Mulia P. Nasution mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan program pengembangan pasar SUN, antara lain mengembangkan primary dealer dan price discovery. Seperti diungkapkan Ketua Himpunan Pedagang SUN (Himdasun) Yudhi Ismail, hingga saat ini, Indonesia belum juga memiliki primary dealer. Kondisi ini jauh tertinggal dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. "Sistemnya sudah siap, tinggal regulasinya saja untuk menerapkan ini," ujarnya.Yudhi mengusulkan, Depkeu membentuk komite yang terdiri dari instansi-instansi pemerintah seperti pajak, Bapepam, Direktorat Pengelolaan SUN dan BI untuk menggodok primary dealer.Dirut BES Bastian Purnama mengatakan, yang bisa menjadi primary dealer adalah yang memiliki kecukupan modal besar. "Saya kira banyak yang bisa menjadi primary dealer seperti perusahaan sekuritas dan bank khususnya bank BUMN," kata Bastian. Menurut Bastian, jika tidak ada primary dealer, maka tidak ada yang menjadi standby buyer untuk perdagangan SUN ini. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads