The Fed Gelar Rapat Terakhir Sebelum Pemilu AS, Apa yang Dibahas?

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 14 Sep 2020 10:40 WIB
Jerome Powell
Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell/Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve akan melakukan rapat terakhir sebelum pemilihan presiden November mendatang. Sidang yang diadakan pada 15 dan 16 September 2020 akan membahas penetapan langkah pemulihan ekonomi dan suku bunga baru hingga 2023.

Dikutip dari CNN, Senin (14/9/2020) rapat itu juga akan membahas strategi baru untuk mendongkrak inflasi agar perekonomian segera pulih. Sidang terakhir dilakukan karena anggota parlemen AS hingga menuju akhir masa jabatannya belum menyetujui langkah baru dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Kepala investasi perusahaan keuangan Delos Capital Advisors Andrew Smith mengatakan The Fed setidaknya memberikan panduan yang jelas dan substantif mngenai kebijakan moneter dalam sistem keuangan.

Bank sentral kini menopang ekonomi saat negara menuju pemilihan presiden. Efektivitas belanja pemerintah AS tampaknya sudah berkurang, karena defisit melonjak, dan pemulihan tenaga kerja AS masih alot.

Hampir 90% dari 860 pemilik usaha kecil yang disurvei oleh Goldman Sachs telah menghabiskan bantuan dari pemerintah AS. Pemilik usaha itu diprediksi memberhentikan lebih banyak pekerja dalam beberapa bulan mendatang.

The Fed merilis strategi yang diperbarui akhir bulan lalu yang membiarkan inflasi berjalan sedikit di atas target 2% ke depan. Strategi ini menggeser program kongres yang ingin mempromosikan lapangan kerja. Namun, tingginya inflasi tidak akan menguntungkan bagi orang berpenghasilan rendah dan pengangguran.

Pengamat pasar keuangan di Columbia University's Graduate School of Business mengatakan meskipun belum adanya perubahan suku bunga, investor terus menunggu petunjuk bagaimana rencana bank sentral untuk mengarahkan perekonomian AS.

Sidang yang akan berlangsung pekan ini akan menjanjikan hal yang penting bagi ekonomi global, dengan serangkaian rilis data yang akan memberikan tentang kecepatan dan bentuk pemulihan.

Pelaku pasar sedang berjuang untuk memprediksi seberapa cepat bisnis dan konsumen akan kembali norma. Permintaan minyak yang berjalan membaik dapat memberikan harapan untuk pemulihan. Badan Energi Internasional akan merilis laporan pasar minyak selama Agustus lalu.

Bank sentral negara lain juga akan melakukan pertemuan terkait pemulihan perekonomian. Bank of England dan Bank of Japan juga akan mengadakan pertemuan kebijakan minggu ini.



Simak Video "The Fed Waspadai Ancaman Virus Corona Terhadap Ekonomi Global"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)