SBI Turun? Mimpi Kali Yee....

SBI Turun? Mimpi Kali Yee....

- detikFinance
Kamis, 12 Jan 2006 13:38 WIB
Jakarta - Suku bunga SBI turun? Hilangkan harapan itu. Kecil kemungkinan suku bunga SBI akan turun dalam waktu dekat ini meski nilai tukar rupiah terus menguat. Hal ini dikarenakan penguatan rupiah masih bersifat temporer karena didukung masuknya hedge fund yang diperkirakan hanya bertahan selama 3-6 bulan.Ekonom Bank Mandiri Martin Panggabean menilai positif keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menahan angka BI rate. Menurutnya, jika BI rate diturunkan dan terjadi shock, maka risikonya justru lebih besar. "Kalau diturunkan dan terjadi shock lagi, risikonya lebih banyak, jadi lebih baik tetap," ujar Martin yang ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (12/1/2006).Mengenai rencana BI melonggarkan kebijakan moneternya mulai kuartal II-2006, Martin menegaskan bahwa hal itu tidak harus ditafsirkan dengan penurunan BI rate. Pelonggaran itu juga bisa dilakukan melalui revisi PBI No 7/2/2005 tentang kualitas aktiva produktif. "Pengendoran PBI itu secara langsung akan mengendorkan moneter karena kapasitas untuk melakukan kredit meningkat. Jadi tidak berarti SBI diturunkan," ujarnya. Martin memrediksi penurunan SBI baru akan terjadi pada semester II-2005, dengan kisaran tetap dua digit yakni sekitar 10 persen sampai akhir tahun 2006. Penerbitan SUN TepatRencana pemerintah menerbitkan SUN sebanyak Rp 24,9 triliun pada tahun 2006 dinilai Martin cukup baik. Dengan penerbitan SUN itu berarti ada pengalihan dari utang luar negeri menjadi utang dalam negeri. Dengan demikian, investor asing yang berinvestasi dengan memberi utang ke Indonesia jadi ikut menanggung risiko. "Dulu kan kalau pinjam dolar sementara rupiahnya ambles, itu kan ditanggung sendiri. Sekarang mereka ada risiko," ujar Martin. Penerbitan surat utang negara (SUN) ritel juga dinilai bakal laris karena yield yang diberikan cenderung tinggi. Sementara suku bunga diperkirakan menurun. SUN ritel juga dinilai memiliki kelebihan karena lebih likuid dan banyak diperdagangkan karena nilainya rendah. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads