Integrasi Layanan, DANA hingga LinkAja Gunakan API Bank Mandiri

Nurcholis Maarif - detikFinance
Senin, 14 Sep 2020 22:15 WIB
Bank Mandiri
Foto: dok Bank Mandiri
Jakarta -

Bisnis digital yang sedang tumbuh di Indonesia menarik perhatian berbagai pihak, termasuk sektor perbankan. Namun, perbankan harus bisa beradaptasi lebih cepat dengan perubahan arus tersebut jika ingin berkolaborasi dengan pelaku bisnis digital.

Sebab masyarakat saat ini yang jadi target akhir konsumen bisnis selalu ingin mendapatkan pelayanan yang serba cepat. Dengan beberapa alasan itu, Bank Mandiri mengenalkan Mandiri Application Programming Interface (API).

Platform transaksi dan pembayaran terintegrasi Bank Mandiri itu disiapkan buat menyasar pasar pelaku bisnis digital dan mempermudah pelayanan transaksi masyarakat. Layanan B2B ini disambut baik oleh fintech hingga e-commerce yang sudah jadi mitra Bank Mandiri seperti DANA, LinkAja, Bukalapak, Tokopedia, dan IDS.



CEO DANA, Vincent Iswara mengatakan layanan ini menarik pihaknya karena sejalan dengan perkembangan industri payment 4.0, yaitu saat orang menginginkan melakukan pembayaran secara real time, tanpa menunggu lagi, dan bisa cukup dari satu platform.

"Ini akan mempermudah pengguna tidak perlu lagi men-top up, tidak perlu lagi ke ATM, atau mengakses fitur di tempat (aplikasi) lain, tapi cukup di aplikasi masing-masing platform. Jadi (misalnya nasabah Bank Mandiri) tinggal mengkoneksinya di DANA," ujarnya dalam Webinar 'Tumbuh Bersama dalam Ekosistem Digital dengan Mandiri API', Senin (14/9/2020).

"Kita sangat senang bisa bekerja sama dengan Mandiri, sistem bagus, protect bagus. Jadi kita melihat ke depannya ini akan meningkatkan transaksi digital, ke depannya akan bagus sekali," imbuhnya.

Sementara itu, CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin mengatakan sudah beberapa kali bekerja sama dengan Bank Mandiri. Misalnya dari sisi digital lending buat mitra Bukalapak yang membutuhkan tambahan modal.

"Kerja sama dengan Bank Mandiri juga sering mendapat respon positif dari pelapak. Misalnya untuk pilihan kredit karena sistem yang simpel, mengisi form cuma beberapa menit, keputusannya cepat sehari atau lebih sedikit, dan pinjaman yang diberikan cukup tinggi. Ini cukup buat menambah modal pelapak lebih baik lagi," ujarnya.


Sementara itu, menurut CEO LinkAja Haryati, masa pandemi menjadi momentum layanan terintegrasi ini karena mempermudah transaksi cukup bisa dari satu aplikasi saja.

"Karena kebetulan, direct debit dan top up e-money Bank Mandiri sudah berjalan dengan LinkAja. dari sisi transaksi selama pandemi meningkat secara signifikan, jadi hal ini membantu masyarakat juga, terutama selama masa pandemi," ujarnya.

Sebagai informasi, Mandiri API merupakan platform berbasis internet yang dapat diakses oleh pelaku bisnis digital untuk memberikan kemudahan dalam mencari informasi produk, melakukan pengembangan dan uji coba, serta integrasi produk dan layanan perbankan Bank Mandiri langsung melalui situs ataupun aplikasi mereka.

Mandiri API memiliki 13 fitur sandboxing dan 3 fitur by call buat to up e-money, direct debit, dan seller financing.



Simak Video "Nadiem akan Ubah Skema Perhitungan Dana BOS"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)