Bank Mandiri Kenalkan Layanan Integrasi untuk Fintech & e-Commerce

Nurcholis Maarif - detikFinance
Senin, 14 Sep 2020 19:38 WIB
Bank Mandiri
Foto: Screenshot/detikcom
Jakarta -

Bank Mandiri mengenalkan layanan Mandiri Application Programming Interface (API) yang menyasar pasar pelaku bisnis digital, seperti financial technology (fintech) dan e-commerce, yang sedang tumbuh di Indonesia. Layanan B2B ini disebut dapat membantu mereka yang membutuhkan konektivitas sistem yang solid dengan dunia perbankan agar transaksi pembayaran lebih lancar.

Mandiri API merupakan platform berbasis internet yang dapat diakses oleh pelaku bisnis digital untuk memberikan kemudahan dalam mencari informasi produk, melakukan pengembangan dan uji coba, serta integrasi produk dan layanan perbankan Bank Mandiri langsung melalui situs ataupun aplikasi mereka. Mandiri API memiliki 13 fitur sandboxing dan 3 fitur by call buat to up e-money, direct debit, dan seller financing.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan di zaman banking 4.0 atau dikenal open banking, perbankan tidak lagi dapat dapat hidup sendiri, tetapi harus beradaptasi terutama menghadapi era disrupsi teknologi. Salah satunya dengan membuka diri untuk diakses mitra.

"Dengan kita berkolaborasi membuat potensi bisnis kita bertambah, tetapi juga memberikan kemudahan kepada nasabah kita maupun mitra. 16 portal API kita launching, antara lain untuk payment, top up e-money, dan lain sebagainya," ujar Hery dalam konferensi pers, Senin (14/9/2020).

"Jadi (misalnya) orang bisa top up e-money bisa dari Tokopedia, Bukalapak, atau aggregator lain. (Adanya) API memudahkan bank ter-connect dengan mitra e-commerce dan fintech," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Rico Usthavia F mengatakan mitra yang terkoneksi dengan Mandiri API dapat melebarkan layanan dan pada akhirnya dapat mempermudah end user yang tak lain ialah nasabah Bank Mandiri maupun pengguna layanan mitra tersebut.

"(Misalnya saat ini) ada 15 mitra (yang menggunakan layanan) untuk top up e-money. e-money jadi kebutuhan oleh nasabah. Mau lewat tol pakai e-money, mau parkir pakai e-money, di beberapa tempat yang sifat pembayarannya membutuhkan non-cash bisa pakai e-money," ujarnya.

Ia juga mengatakan tantangan layanan ini ke depannya adalah bagaimana memahami pasar dan banyak berdialog dengan mitra. Sebab kata dia, pihaknya juga membutuhkan feedback untuk pengembangan layanan ini ke depannya.

"Karena kita kerja sama dengan digital ecosystem. Misalnya Traveloka salah satu mitra kita yang saat itu membutuhkan layanan untuk notifikasi orang yang sudah membayar menggunakan Bank Mandiri. Membayar di aplikasi Traveloka itu kesulitan mendapat rekonsiliasi," ujar Rico.

"Dengan konsep API ini kalau sudah bayar langsung ternotifikasi, karena bisa langsung dengan sistem mereka. Karena kemajuan teknologi, dalam waktu sepersekian detik, orang bisa dikomunikasikan. Kalau dulu kan (buat layanan notifikasi ini) membutuhkan banyak orang, (akhirnya) bisa cost saving di sisi Traveloka," imbuhnya.

(prf/ega)