Suku Bunga The Fed Nyaris Nol, Diprediksi Sampai 2023

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2020 08:16 WIB
Suku Bunga The Fed Naik
Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta -

Pasar Modal Amerika Serikat (AS) alias Wall Street dibuka menguat pada Rabu (16/9) kemarin. Penguatan terlihat di Dow Jones Industrial Average naik 36,78 poin atau 0,1% menjadi 28.032,38.

Sementara S&P turun 0,5% menjadi 3.385,49. Lalu Nasdaq Composite turun 1,25% menjadi 11.050,47. Penyebab utama menurunnya Nasdaq dikarenakan saham-saham perusahaan teknologi besar turun seiring keputusan kebijakan moneter dari The Fed.

Saham-saham perusahaan besar sektor teknologi yang mengalami penurunan seperti Apple turun 2,9%, Microsoft turun 1,8%. Penurunan juga terjadi pada Facebook sebesar 3,3%, Amazon ditutup 2,5% lebih rendah. Begitu juga Netflix dan Alphabet yang masing-masing turun sebesar 2,5% dan 1,5%.

Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga di level rendah yaitu mendekati nol. Anggota komite pembuat kebijakan The Fed mengindikasikan suku bunga rendah bisa diterapkan hingga 2023.

"Dengan inflasi yang terus berjalan di bawah target jangka panjang ini, Komite akan bertujuan untuk mencapai inflasi secara moderat di atas 2% untuk beberapa waktu sehingga inflasi rata-rata melebihi 2%," kata Komite Pasar Terbuka Federal dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNBC, Kamis (17/9/2020).

Sementara Ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan mengenai pendekatan bank sentral Amerika Serikat.

"Kami berharap untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter yang akomodatif sampai hasil ini, termasuk lapangan kerja yang maksimum, tercapai," katanya.

(hek/fdl)