Round-Up Berita Terpopuler

Orang Dekat Luhut Jadi Ketua LPS, Modus Penipuan dengan Uang Gaib

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 21:00 WIB
Jokowi Resmi Angkat Purbaya, Orang Dekat Luhut yang Jadi Ketua DK LPS
Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden: Jokowi lantik Purbaya, orang dekat Luhut, jadi Ketua LPS
Jakarta -

Berita terpopuler detikFinance Rabu (23/9/2020) tentang Purbaya Yudhi Sadewa dilantik menjadi Kepala Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Purbaya, yang juga orang dekat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, sebelumnya menjabat Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Marves.

Selain itu, berita terpopuler lainnya tentang modus pelunasan utang dengan menggunakan uang gaib. Kemudian, yang juga masuk kategori terpopuler adalah pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal ekonomi Indonesia di di triwulan ketiga ini masih minus.

Artinya, Indonesia akan masuk jurang resesi karena sebelumnya pada triwulan kedua ekonomi minus 5,32%. Pengin tahu informasi selengkapnya? Baca berita detikFinance terpopuler berikut ini. Langsung klik halaman selanjutnya.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik empat Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), termasuk di antaranya merangkap sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS.

Dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden, upacara pelantikan diselenggarakan pada Rabu (23/9/2020) pukul 11.00 WIB. Para anggota dewan komisioner LPS yang dilantik mengenakan masker merah dan dilengkapi face shield, serta berdiri menjaga jarak satu dengan lainnya di hadapan Jokowo.

Para anggota Dewan Komisioner diketuai oleh Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menjadi deputi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Purbaya merupakan salah satu orang yang dekat dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan karena beberapa kali kerja bareng dalam instansi yang sama.

Baca selengkapnya di sini: Purbaya, Orang Dekat Luhut yang Jadi Ketua DK LPS Resmi Dilantik!

Langsung klik halaman berikutnya


Penipuan berkedok pelunasan utang masih marak ada di sekitar masyarakat. Salah satunya adalah modus menawarkan dana gaib untuk pelunasan.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengungkapkan modus yang digunakan oleh penipu ini adalah mengelabui orang-orang yang ingin cepat kaya.

"Mereka memanfaatkan orang orang yang mau cepat kaya tanpa usaha keras," kata Tongam saat dihubungi detikcom, Rabu (23/9/2020).

Dia mengungkapkan penipuan ini masih tetap marak. Menurut dia para penipu seperti menebar jala dengan prinsip untung-untungan. "Kalau ada yang masuk maka mereka beruntung, tapi kalau kosong mereka menebar jala lagi," ujarnya.

Baca selengkapnya di sini: Waspada Tawaran Pelunasan Utang Pakai Dana Gaib, Begini Modusnya

Langsung klik halaman berikutnya


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resesi pada kuartal III-2020. Menurut para ekonom, kondisi tersebut akan berdampak pada pelemahan daya beli hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Pastinya daya beli akan tambah melemah," kata Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto saat dihubungi detikcom, Selasa (22/9/2020).

Dia juga menilai dampak dari resesi ini akan membuat PHK yang sudah terjadi sejak awal pandemi COVID-19 terus berlanjut. Pegawai yang saat ini statusnya dirumahkan dan kena pemotongan gaji pun bisa bernasib lebih buruk.

"Ya dugaan saya, PHK akan terus berlanjut itu," sebutnya.

Baca selengkapnya di sini: Sri Mulyani Pastikan RI Resesi, Apa yang Bakal Terjadi?



Simak Video "Luhut: KPK Ini Super Sakti, Tapi OTT Nggak Bikin Jera!"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/fdl)