Dibelit Masalah, BNI Ruwatan
Senin, 16 Jan 2006 11:24 WIB
Jakarta - Tak bisa dipungkiri, BNI selama ini selalu lekat dengan sejumlah masalah. Karena ingin terbebas dari masalah yang menderanya, BNI pun melakukan ruwatan."Jadi bapak ibu sekalian kita sedang melaksanakan restrukturisasi, ruwatan. Tapi tentunya bukan seperti ruwatan di Jawa, pesta tiap malam, Ruwatan yang dimaksud yakni penyempurnaan identitas modern melalui rebranding. Hasilnya telah mulai nampak," ungkap Dirut BNI Sigit Pramono.Hal itu disampaikannya dalam sambutan saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Ditjen Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) di Gedung BNI, Jalan Lada No 1, Jakarta, Senin (16/1/2006).Hadir dalam kesampatan itu adalah Menkeu Sri Mulyani, Menneg BUMN Sugiharto, Dirjen DJPLN Machfud Sidik, dan Dirut BNI Sigit Pramono.Di depan sekitar ratusan hadirin, Sigit sempat curhat soal masalah persepsi buruk yang selama ini lekat dengan BNI. Sigit mengaku, salama ini yang disoroti dari BNI adalah yang buruk-buruknya saja."Adanya kasus L/C, anak perusahaan kami yang reksa dana, dan yang terakhir pemberitaan temuan BPK," curhat Sigit.Mengenai temuan BPK soal kredit bermasalah senilai Rp 2,6 triliun, Sigit mengatakan masalah itu sebenarnya sudah dicantumkan dalam neraca BNI. "Jadi tidak ada hal yang baru. Namun kami tetap menghormati BPK karena merupakan lembaga auditor negara," kata Sigit.
(qom/)











































