Tahun 2005 Untung Rp 1,6 T, Sugiharto Merasa Sedih Soal BNI
Senin, 16 Jan 2006 14:44 WIB
Jakarta - BNI diprediksi meraih laba hingga Rp 1,6 triliun tahun 2005. Namun demikian, Menneg BUMN Sugiharto tetap merasa sedih dengan kondisi bank plat merah tersebut."Kita berada dalam periode di mana BNI dalam keadaan relatif terpuruk dalam tanda petik dengan laba Rp 1,6 triliun berdasarkan prospektif tahun 2005," ujar Sugiharto dengan prihatin.Hal itu disampaikannya saat memberikan kuliah perdana pada kelas baru pelatihan bagi analis kredit segmen korporasi dan analis kredit segmen menengah BNI di Gedung BNI, Jalan Lada No 1, Jakarta, Senin (16/1/2006).Sugiharto menilai laba tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan aset sebesar Rp 147 triliun. Begitu pula dibandingkan dengan return on asset (ROA) ataupun return on equity (ROE)."Dan alangkah sedihnya karena BNI termasuk andalan dari BUMN yang diharapkan memberi kontribusi keuntungan untuk menambal APBN yang sekarang masih defisit. Oleh karena itu, saya ingin sehati. Sebagai wakil pemegang saham, tentunya kita ingin BNI sehat, profitable dan kembali ke masa kejayaannya," paparnya.Sugiharto meminta BNI berhati-hati dalam memberikan kontribusinya. Kekurangan sumber daya manusia di BNI yang mengelola kredit juga disoroti Sugiharto.Dari sekitar 19.570 karyawan BNI, kurang dari 10 persen atau sekitar 1.700 orang yang mengelola kredit atau yang terasosiasi dalam pengelola kredit. "Padahal core earning BNI adalah dari kredit," ujarnya.Menurutnya, manajemen bank harus jeli sehingga bisa mengurangi risiko, dan akhirnya bisa menekan NPL. Di sisi lain, Sugiharto minta BNI terus menyalurkan kredit untuk pengembangan UKM.
(qom/)











































