Ekonomi AS Diprediksi Lama untuk Bangkit Lagi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 10:52 WIB
U.S. President Donald Trump announces Jerome Powell as his nominee to become chairman of the U.S. Federal Reserve in the Rose Garden of the White House in Washington, U.S., November 2, 2017. REUTERS/Carlos Barria
Jerome Powell/Foto: Reuters
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) saat ini sedang dalam proses panjang pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi virus Corona. Chairman Federal Reserve Jerome Powell menyebutkan jika pemulihan ekonomi ini masih membutuhkan waktu yang lama.

Dikutip dari CNN, Rabu (7/10/2020), menurutnya peningkatan infeksi COVID-19 ini akan mengganggu pemulihan ekonomi. Powell mengungkapkan gelombang kedua virus Corona bisa membatasi kegiatan perekonomian dan berdampak pada kehidupan hingga kesejahteraan masyarakat.

Dia menyebutkan jika stimulus fiskal yang besar masih dibutuhkan untuk AS. Namun beberapa jam setelah Powell menyebut fiskal masih dibutuhkan, Presiden AS Donald Trump justru menghentikan negosiasi untuk paket stimulus baru.

Trump menyebut telah menginstruksikan untuk menghentikan negosiasi stimulus hingga pemilihan presiden usai. Jika Trump menang lagi dalam pemilihan ini, maka RUU stimulus akan dilanjutkan dan fokus pada pekerja AS dan bisnis kecil.

Federal Reserve saat ini sudah memangkas suku bunga dan mendekati nol pada Maret 2020. Bank sentral AS juga telah meluncurkan berbagai fasilitas pinjaman untuk mendukung perekonomian AS.

(kil/ara)