Merger 3 Bank Syariah BUMN Dipastikan Tidak Ada PHK

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2020 17:21 WIB
Bank Mandiri menjalin kerja sama dengan Perum Jamkrindo terkait penjaminan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Tujuan aksi korporasi ini untuk meningkatkan realisasi kredit atau pembiayaan oleh Bank Mandiri sekaligus meningkatkan volume penjaminan oleh Perum Jamkrindo. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Bisnis Penjaminan Perum Jamkrindo Bakti Prasetyo (kiri) dan Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Hery Gunardi (kanan) di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (18/3/2016).
Hery Gunardi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Proses penggabungan atau merger bank syariah BUMN dimulai. Dalam proses ini, diklaim tidak ada pengurangan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Ketua Tim Project Management Office sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi mengatakan nantinya semua pegawai dipindahkan ke bank syariah yang baru dibentuk.

"Dalam proses ini tidak ada pengurangan karyawan. Jadi karyawan semua diangkut ke bank yang baru nanti," katanya dalam teleconference, Selasa (13/10/2002).

"Karyawan bank terintegrasi ini akan menjadi keluarga besar bersama-sama membangunakn bank syariah yang besar dari sisi permodalan dan aset," sambungnya.

Dia mengatakan bank merger ini akan siap bersaing dengan bank besar tanah air maupun bank syariah global. Dia menuturkan, merger sendiri ditargetkan selesai pada Februari 2021.

Bank hasil merger akan memiliki aset sebesar Rp 225 triliun dan memasukannya dalam 10 bank terbesar di Indonesia.

"Kalau insyaallah bank ini selesai legal mergernya di kuartal I-2021 akan memiliki total aset sekitar Rp 220 triliun sampai Rp 225 triliun tentunya ini akan menempati posisi sekitar nomor 7 atau 8 perbankan top 10 perbankan di Indonesia cukup bagus posisinya cukup besar," katanya.

Selain itu, pada tahun 2025 diproyeksi aset bank mencapai Rp 390 triliun. Kemudian, target pembiayaan bisa mencapai Rp 272 triliun dan pendanaan Rp 335 triliun.

(acd/ara)