Bank Syariah BUMN Hasil Merger Pakai Nama Baru, Ini Bocorannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2020 18:05 WIB
Perjanjian Kerjasama Penjaminan Kredit Mikro

(kika) Direktur Teknik PT Askrindo Mohammad Shaifie Zein, Dirut PT Askrindo Budi Tjahjono, Direktur Distribution Bank Mandiri Hery Gunardi dan Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi tengah berbincang usai penandatanganan perjanjian kerjasama penjaminan kredit serbaguna mikro (KSM) di Plaza mandiri, Jakarta, Jumat (25/11/2016). Pada kerjasama ini,Askrindo akan memberikan penjaminan KSM atas risiko peristiwa yang menyebabkan debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada Bank Mandiri. Pada periode Januari – Oktober 2016, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit mikro sebesar Rp30,4 triliun, naik 14,3% secara yoy dimana kontribusi KSM mencapai 28,3% atau Rp. 8,6 triliun. Grandyos Zafna/detikcom
Hery Gunardi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Bank syariah BUMN hasil penggabungan atau merger akan memakai nama baru. Nama itu sedang dicari dan belum ditentukan hingga saat ini.

Ketua Tim Project Management Office (PMO) dan juga Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi mengatakan pihaknya ingin bank tersebut bisa go international sehingga pemegang saham akan memikirkan sebuah nama yang memiliki nilai di tingkat global.

"Nama, tentunya iya (diubah), karena ini tiga bank jadi satu mungkin kita juga ingin bahwa bank ini bisa go international, go global. Dan kakinya juga kuat di domestik kemungkinan besar pemegang saham akan memikirkan satu nama yang memiliki value proposition yang di dunia internasional. Tentunya namanya yang common di perbankan syariah," paparnya dalam teleconference, Selasa (13/10/2020).

Dia menuturkan, nama tersebut belum ada dan masih dipikirkan hingga saat ini. Hery tak menyinggung nama Amanah yang belakangan disebut-sebut.

"Tapi belum juga, masih dipikirkan itu namanya," ujarnya.

Patut diketahui, proses merger bank syariah BUMN ditandai dengan penandatanganan Conditional Merger Agreement. Kemudian, rencana merger diumumkan pada pekan ketiga Oktober 2020 dan bakal terlaksana Februari 2021.

"Kira-kira minggu ketiga Oktober akan ada merger announcement, rencana merger akan kita akan sampaikan. Kemudian nanti kita mengurus perizinan ke OJK, regulator pasar modal maupun OJK perbankan. Nantinya diharapkan di bulan Februari 2021 terjadi namanya legal merger, di situ sebetulnya penggabungan itu secara resmi terjadi," paparnya.

(acd/ara)