3 Fakta Terbaru soal Merger Bank Syariah BUMN

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2020 19:30 WIB
BNI Syariah
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Sebanyak tiga bank syariah BUMN akan digabungkan atau merger. Proses merger tiga bank yakni PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dimulai yang ditandai dengan penandatangan Conditional Merger Agreement.

Berikut 3 fakta penggabungan bank syariah BUMN:

1. Realisasi Februari 2021

Ketua Tim Project Management Office & Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi menerangkan penandatangan Conditional Merger Agreement merupakan tahap awal. Dia bilang, masih ada sejumlah proses yang harus dilewati untuk merger.

"Penandatanganan Conditional Merger Agreement ini merupakan awal proses merger jadi belum merger, ini baru stepping stone, awal. Kalau pintu gerbang baru ada di pintu," katanya dalam teleconference, Selasa (13/10/2020).

"Kira-kira minggu ketiga Oktober akan ada merger announcement, rencana merger akan kita akan sampaikan. Kemudian nanti kita mengurus perizinan ke OJK, regulator pasar modal maupun OJK perbankan. Nantinya diharapkan di bulan Februari 2021 terjadi namanya legal merger, di situ sebetulnya penggabungan itu secara resmi terjadi," paparnya.

2. Aset Bisa Tembus Rp 390 T

Penggabungan atau merger bank syariah BUMN diharapkan terealisasi pada Februari 2021. Dengan penggabungan ini, aset bank syariah BUMN diperkirakan mencapai Rp 225 triliun dan menjadikannya sebagai bank terbesar ke-7 di Indonesia di 2021.

"Kalau insyaallah bank ini selesai legal mergernya di kuartal I-2021 akan memiliki total aset sekitar Rp 220 triliun sampai Rp 225 triliun tentunya ini akan menempati posisi sekitar nomor 7 atau 8 perbankan top 10 perbankan di Indonesia cukup bagus posisinya cukup besar," katanya.

Selain itu, pada tahun 2025 diproyeksi aset bank mencapai Rp 390 triliun. Kemudian, target pembiayaan bisa mencapai Rp 272 triliun dan pendanaan Rp 335 triliun.

3. Tak Ada PHK

Hery mengatakan tidak ada pengurangan pegawai dalam proses merger. Dia bilang, nantinya semua pegawai dipindahkan ke bank syariah yang baru dibentuk.

"Dalam proses ini tidak ada pengurangan karyawan. Jadi karyawan semua diangkut ke bank yang baru nanti," katanya.

(acd/ara)