'Penyelamat' Jiwasraya Bakal Bidik Pasar BUMN

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 16:58 WIB
Kantor Pusat Jiwasraya
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Holding perasuransian dan penjaminan telah dibentuk oleh pemerintah. Yakni dengan menetapkan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) menjadi perusahaan induk melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 20 tahun 2020 tentang penambahan penyertaan modal negara (PMN) kepada perusahaan perseroan.

Saat ini BPUI telah berubah menjadi Indonesia Financial Group (IFG) dan memiliki unit bisnis IFG Life sebuah perusahaan asuransi jiwa yang akan menjadi penyelamat Jiwasraya dan mengembalikan kepercayaan masyarakat Indonesia dengan asuransi jiwa.

Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga mengungkapkan IFG Life ini nantinya akan memberikan perubahan baru di industri asuransi jiwa, di mana saat ini mayoritas asuransi jiwa masih bergerak di investasi.

Dia menyebut IFG Life akan membidik ekosistem BUMN, mulai dari korporasi sampai pegawai. Selain itu produk proteksi yang ditawarkan adalah yang membuat masyarakat merasa aman dan nyaman. Tak hanya dari sisi asuransi jiwa tapi juga kesehatan.

"Kami tidak akan memberikan produk-produk yang saat ini berisiko tinggi yang banyak ada di market. Produk kami akan relatif konservatif, dan memberikan perlindungan masa depan dari pemegang polis kami," kata Pantro dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/10/2020).

Dia mengungkapkan akan ada sinergi dengan anggota holding ini. "Jadi satu antara asuransi kesehatan dan jiwa, asuransi personal accident atau travel, asuransi kendaraan dan juga di pasar modal," kata Pantro.

Selain itu dia menyebut di pasar modal holding ini telah memiliki Bahana TCW Investment Management, dan Bahana Sekuritas, sehingga cross selling investasi bisa dilakukan.

"Sehingga kita bisa mengurasi portofolio pemegang polis, mengenalkan produk investasi dalam bentuk reksa dana, dimulai dari pasar uang dan pendapatan tetap yang sifatnya lebih konservatif, sebelum masuk ke reksa dana saham. Ekosistem keuangan kami cukup lengkap dari asuransi jiwa, umum, maupun di pasar modal," jelas Pantro.

Pantro mengungkapkan persiapan pembentukan IFG Life dia katakan sudah berlangsung lima bulan, baik dari sisi perizinan, operasional, model bisnis, sumber daya manusia dan teknologi yang dipakai.

Dari sisi SDM, sudah diseleksi 1.100 agen produktif yang akan membantu untuk penjualan produk, kemudian IT yang mendukung operasional, perizinan sudah diajukan ke kementerian BUMN dan selanjutnya akan ke OJK. "Semoga semua bisa selesai akhir tahun ini," kata Pantro.

(kil/fdl)