Simak! Ma'ruf Amin Ungkap Fakta Terkini Merger Bank Syariah BUMN

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 24 Okt 2020 11:10 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin
Wapres Ma'ruf Amin/Foto: Setwapres
Jakarta -

Sebanyak tiga bank syariah BUMN yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), BRI Syariah, dan BNI Syariah sedang dalam proses penggabungan atau merger. Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkapkan proses penggabungan ini telah dimulai dan diharapkan bisa beroperasi penuh pada tahun depan.

"Penandatanganan penggabungan telah dimulai dan diharapkan bisa beroperasi penuh pada Februari 2021," ujar dia dalam acara KNEKS, Sabtu (24/10/2020).

Dia mengungkapkan dengan bergabungnya tiga bank ini maka aset bank syariah ini bisa mencapai Rp 255 triliun dengan 1.200 kantor cabang di seluruh Tanah Air.

"Dengan penggabungan ini asetnya pada 2025 diharapkan bisa menjadi Rp 350 triliun sehingga mampu bersaing secara kompetitif di tingkat global," jelasnya.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan proses bersejarah merger tiga bank syariah milik BUMN akan mewujudkan sebuah bank syariah nasional yang solid dan berkaliber global.

"Penandatanganan CMA merupakan awal dari proses bersejarah lahirnya bank umum syariah nasional berkaliber global. Saya optimistis, bank syariah hasil merger nanti akan menjadi energi baru bagi perekonomian Indonesia. Sebelum pandemi, kinerja bank-bank syariah di kuartal II lalu sangat positif. Penggabungan ini akan membuat posisi bank syariah nasional lebih besar dan lebih solid sehingga lebih banyak masyarakat Indonesia yang bisa merasakan manfaat kehadiran bank syariah nasional itu," ujar Erick.

Erick mengatakan pemerintah sudah merencanakan dengan matang pembentukan bank umum syariah terbesar pertama Indonesia. Dengan penduduk mayoritas muslim, Erick menilai potensi perbankan syariah masih sangat besar sekaligus memberikan opsi bagi masyarakat atau dunia usaha yang lebih nyaman menggunakan sistem perbankan syariah.

"Keinginan Indonesia memiliki bank umum syariah nasional terbesar di tahun 2021 merupakan bagian dari upaya dan komitmen pemerintah untuk mengembangkan dan menjadikan ekonomi keuangan syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional," lanjut Erick.

(kil/ara)