Corona Bikin Migrasi Kartu Debit ke Chip Terhambat 

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 29 Okt 2020 18:15 WIB
Pembayaran non tunai dengan kartu VISA MasterCard
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Migrasi kartu debit ke teknologi chip terhambat pandemi COVID-19 yang masih terjadi hingga saat ini. Padahal tahun ini Bank Indonesia (BI) menargetkan migrasi kartu chip bisa mencapai 80%. Bank sentral kemudian memberikan kelonggaran dan targetnya menjadi 70%.

SVP Retail Deposit Product & Solution Bank Mandiri Evi Dempowati mengungkapkan sampai dengan 30 September 2020, jumlah kartu Mandiri Debit Chip beredar di Bank Mandiri mencapai angka 10 juta kartu, atau sebesar 69% dari total jumlah kartu debit beredar yang dipersyaratkan untuk chip yang sejumlah 14,5 juta kartu.

"Pandemi COVID 19 ini cukup mempengaruhi proses untuk konversi kartu ke chip," kata dia saat dihubungi detikcom, Kamis (29/10/2020).

Dia mengungkapkan persentase penambahan penggantian kartu ke chip saat pelonggaran PSBB yakni di bulan Juli sampai dengan September adalah rata-rata sebesar 1,3% per bulan, relatif lebih baik dibandingkan dengan bulan Maret-Juni 2020 (rata-rata penambahan 1% per bulan).

Meskipun demikian peningkatan penggantian kartu chip selama pelonggaran PSBB sendiri tidak naik secara signifikan, mengingat masyarakat masih berhati-hati melakukan aktivitas di luar rumah akibat masih tingginya angka COVID-19 di Indonesia.

"Di tengah adanya pandemi COVID-19 ini Bank Mandiri sendiri optimis dapat mencapai target implementasi chip BI yang telah direlaksasi untuk akhir tahun 2020 sebesar 70%, dan angka ini kita harapkan dapat tercapai pada Oktober 2020," jelas dia.

Relaksasi implementasi debit chip ini sesuai tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 22/7/PBI/2020 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Beberapa Ketentuan Bank Indonesia Sebagai Dampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 COVID-19/

Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso mengungkapkan BCA sebagai bagian dari perbankan nasional senantiasa mendukung upaya regulator dalam rangka memberikan kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi perbankan bagi masyarakat, salah satunya dengan upaya mendorong masyarakat untuk menggunakan kartu debit yang sudah menggunakan chip.

"Perseroan terus berupaya untuk mendorong nasabah dalam mengimplementasikan chip pada kartu debit untuk meminimalisir tindak kejahatan dalam bertransaksi perbankan," jelasnya.

Hingga September 2020, jumlah Kartu Debit BCA tercatat sekitar 21,2 juta di mana sekitar 16,4 juta (sekitar 78%) sudah menggunakan chip dan sekitar 4,5 juta dari pengguna Debit BCA dengan chip adalah GPN.

Selama pandemi COVID-19, sejalan dengan PSBB, beberapa cabang yang melayani pembukaan rekening dan penukaran kartu debit lama tutup sementara, namun saat ini sudah buka kembali.

"Selama pembatasan menyebabkan akses masyarakat untuk penukaran kartu debit menjadi tertutup sementara, namun demikian Customer Service Digital di kantor cabang lebih dari 870 buah siap melayani penukaran kartu debit secara mandiri selama jam operasional cabang," jelasnya.

Perseroan berharap dapat mencapai hasil yang optimal di akhir tahun ini, dengan lebih mengintensifkan edukasi dan mempermudah serta memperluas akses untuk penukarannya, disamping adanya promosi untuk mendorong konversi tersebut.

(kil/ara)