BRI Akan Bentuk Perusahaan Sekuritas 2007
Sabtu, 21 Jan 2006 16:07 WIB
Jakarta - Selain punya perusahaan pembiayaan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga berencana memiliki perusahaan sekuritas.BRI berharap pembentukan perusahaan sekuritas bisa direalisasikan pada tahun 2007 atau 2008. Sementara untuk tahun ini perseroan akan mengkaji pembentukan perusahaan tersebut. "Akan kita bicarakan tahun ini, tapi baru direalisasikan tahun 2007-2008," kata Dirut BRI Sofyan Basir disela kunjungannya ke kantor kementerian BUMN akhir pekan ini.Pembentukan perusahaan sekuritas ini merupakan upaya BRI untuk menjadi bank nasional sesuai program Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang dibuat Bank Indonesia (BI).Namun Sofyan menolak, merinci pendirian perusahaan sekuritas tersebut, apakah akan membeli perusahan yang sudah ada atau membangun dari awal. Sebelumnya, manajemen lama BRI mengisyaratkan perseroan akan membeli saham perusahaan sekuritas. Diakui Sofyan, BRI memiliki dua opsi untuk menambah aset perusahaan yakni pembentukan perusahaan pembiayaan atau perusahaan sekuritas. "Tapi sebenarnya kita sudah punya perusahaan pembiayaan, mungkin akan kita kembangkan," ujar mantan Dirut Bank Bukopin ini.BRI telah memiliki perusahaan pembiayaan UFJ BRI Finance (UBF), yang dulunya bernama Sanwa BRI Finance dan berdiri sejak tahun 1990. Perusahaan ini merupakan joint venture antara Bank UFJ Jepang dengan BRI.Sofyan juga menegaskan, BRI tidak akan menaikkan suku bunga kredit hingga semester kedua 2006. Dia malah berharap, BI rate bisa turun sehingga berdampak positif buat perbankan."Mudah-mudahan dalam Maret ini BI rate sudah turun," harap Sofyan.Dengan penerapan suku bunga saat ini, BRI ungkap Sofyan, yang basis kreditnya ke usaha mikro dan UKM, masih memiliki margin yang cukup luas.Menurut Sofyan, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) BRI per akhir tahun 2005 masih dibawah 5 persen. Sedangkan rasio pinjaman terhadap kredit atau loan to deposits ratio (LDR) sebesar 80 persen dan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 15 persen.Realisasi kredit BRI sepanjang tahun 2005, diakui Sofyan, mencapai 90 persen dari target yang harus disalurkan.
(ir/)











































