Giliran Bank Sentral Australia Garap Mata Uang Digital

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 02 Nov 2020 09:18 WIB
bendera Australia
Bendera Australia/Foto: Internet
Jakarta -

Bank sentral Australia meluncurkan proyek mata uang digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Proyek ini menggunakan teknologi distributed ledger technology (DLT).

Dikutip dari Reuters, Senin (2/11/2020) Reserve Bank of Australia (RBA) mengatakan proyek itu digarap atas kolaborasi dengan Commonwealth Bank, National Australia Bank, Perpetual dan perusahaan teknologi blockchain, ConsenSys Software.

Proyek ini akan melibatkan pengembangan untuk menerbitkan bentuk token CBDC. Nantinya digunakan peserta pasar grosir untuk pendanaan, penyelesaian, dan pembayaran kembali pinjaman sindikasi tokenis pada platform DLT berbasis Ethereum.

Perlu diketahui, mata uang digital tengah ramai menjadi perbincangan bank sentral dunia sejak Facebook tahun lalu mengumumkan rencana untuk membuat mata uang digital. Kini bank sentral dunia tengah ramai-ramai mengembangkan mata uang digital.

Bulan lalu Bank for International Settlements dan tujuh bank sentral dunia, termasuk Federal Reserve, European Central Bank dan Bank of England telah menerbitkan laporan persyaratan utama untuk mata uang digital bank sentral.

Laporan itu menuliskan bahwa mata uang digital tidak dibuat untuk menggantikan uang tunai dan bentuk uang lainnya yang legal. Bahkan uang tidak akan merusak stabilitas moneter dan keuangan. Laporan itu juga menuliskan uang digital harus aman dan dibuat semurah mungkin.

(ara/ara)