Bitcoin Melejit Lagi, Kini Tembus Rp 230 Juta

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 16:10 WIB
Ribuan Warga Australia Adukan Kasus Penipuan Bitcoin
Ilustrasi/Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -

Bitcoin melonjak di atas US$ 16.200 atau setara Rp 230 juta (kurs Rp 14.140) pertama kali sejak Januari 2018. Mata uang digital ini menjadi lebih populer beberapa tahun terakhir.

Dikutip dari CNBC, Jumat (13/11/2020) menurut miliuner dan pendiri Duquesne Family Office, Stanley Druckenmiller, bitcoin memiliki penyimpanan uang yang dikagumi banyak orang terutama para milenial. Stanley menyatakan dirinya merasakan sendiri bahwa bitcoin memiliki aset yang tinggi.

Keikutsertaan Stanley sebagai miliuner Amerika Serikat (AS) dalam investasi bitcoin menambah kepercayaan banyak orang dalam berinvestasi di mata uang digital itu. Selain dirinya, ada investor Bill Miller dan Paul Tudor Jones.

Kini pembeli bitcoin juga melonjak, selain faktor pendukung dari para investor, tingginya peminat bitcoin karena bisa melindungi nilai inflasi, mengingat saat ini dolar AS masih terpuruk. Nilai investasi yang juga lebih stabil yakni pada emas.

Layanan keuangan Square asal AS kini menambah jutaan dolar AS dalam bitcoin. Selain itu, aplikasi layanan transfer uang PayPal juga akan menyediakan transaksi bitcoin. Melalui aplikasinya orang akan lebih mudah melakukan jual beli bitcoin.

Mengutip Business Insider, miliarder Mike Novogratz memuji keputusan PayPal dan menganggap kabar itu merupakan berita terbesar tahun ini dalam dunia mata uang digital.

"Semua bank sekarang akan berlomba untuk melayani crypto," tulis Novogratz, pada akun Twitter pribadinya.

Lonjakan nilai bitcoin saat ini merupakan lompatan besar setelah bernilai US$ 14.000 pada akhir Oktober. Laporan saat PayPal menyatakan akan memfasilitasi transaksi bitcoin juga meningkatkan nilai bitcoin 8% menjadi US$ 13.000. Analis teknis Katie Stockton memprediksi bitcoin bisa melonjak di atas US$ 20.000 tanpa banyak halangan.

(ara/ara)