Belajar dari Kasus Prudential, Pahami Dulu Nih Asuransi Unit Link

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 14 Nov 2020 15:40 WIB
ilustrasi investasi
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Viral video seorang nasabah asuransi marah-marah di sebuah kantor perusahaan asuransi. Nasabah ini mengamuk dan menyebut jika ia tertipu dengan produk asuransi yang dijual oleh agennya.

Sebenarnya asuransi adalah produk perlindungan dan bukan produk investasi. Memang ada produk asuransi yang digabungkan dengan investasi bernama unit link.

Mengutip laman resmi sikapiuangmu.ojk.go.id disebutkan, sebelum membeli produk unit link di perusahaan asuransi ini harus dipahami jenis-jenisnya.

Hal ini agar memahami perbedaan karakteristik antara unit link, kita bisa menyesuaikan produk unit link mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan profil pribadi kita.

Unit link dibagi menjadi beberapa jenis. Di antaranya Cash Fund Unit Link atau unit link pasar uang. Biasanya, perusahaan asuransi penerbit unit link jenis ini menempatkan portofolio investasi nasabahnya 100% pada instrumen pasar uang, seperti deposito berjangka, SBI, dan surat utang jangka pendek.

Jika kita tergolong investor yang konservatif dan tidak berani mengambil risiko besar, produk unit link jenis ini bisa jadi pilihan, sebab selain berjangka waktu pendek, risikonya paling rendah. Fixed Income Unit Link atau unit link pendapatan tetap.

Lazimnya, komposisi dana investasi nasabah akan difokuskan minimal 80% di instrumen obligasi. Jika kita yang ingin mendapatkan keuntungan pada tingkat bunga optimal namun tetap mengutamakan pendapatan yang stabil dan konsisten, bisa mempertimbangkan untuk mengambil unit link tipe ini.

Kemudian Managed Unit Link atau unit link pendapatan campuran, yang biasanya menempatkan portfolio pada saham dan obligasi dengan komposisi tertentu. Banyak orang yang berpendapat, jenis unit link ini sesuai bagi para nasabah yang ingin memperoleh pendapatan memadai sekaligus peluang pertumbuhan investasi jangka panjang.

Lalu Equity Unit Link atau unit link dana saham, yang menempatkan dana nasabah pada saham minimal 80%. Jika kita ingin mendapatkan keuntungan berinvestasi secara maksimal bisa mempertimbangkan unit link ini. Syaratnya, kita harus berani mengambil risiko tinggi. Sebab, nilai investasi yang kita benamkan di unit link jenis ini sangat bergantung pada pergerakan indeks saham.

(kil/eds)