Uang Lansia Rp 1 M Nyangkut di Indosterling karena Kepincut Marketing

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 16 Nov 2020 11:49 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Para nasabah PT Indosterling Optima Investa (IOI) dibuat pusing karena uangnya tak kembali. Mirisnya rata-rata nasabah yang menempatkan uangnya adalah lansia.

Perkara ini merupakan gagal bayar untuk produk Indosterling High Yield Promissory Notes (HYPN). Produk investasi ini menjanjikan imbal hasil 9-12% setiap tahunnya.

Para lansia ini menempatkan uangnya di produk tersebut untuk memenuhi biaya di hari tuanya, sekaligus untuk biaya berobat. Doni (bukan nama sebenarnya) merupakan salah satu lansia yang menjadi korban gagal bayar Indosterling Optima Investa.

Pria berusia 62 tahun itu kini tengah menderita berbagai penyakit. Mulai dari stroke hingga diabetes.

Doni menempatkan uangnya Rp 1 miliar di HYPN Indosterling pada September 2019 dengan mendapatkan bunga 11% per tahun. Dia ditawarkan produk itu oleh marketing IOI yang sudah dia kenal sebelumnya sebagai marketing bank.

"Saya sudah kenal sebelumnya. Karena sudah kenal ya makanya saya percaya. Dia juga bilang ini produk lebih bagus, lebih baik dan aman. Dia minta saya masuk. Saya dulu nasabah di bank tempat dia bekerja," ucapnya kepada detikcom, Senin (16/11/2020).

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2