Laba Tahun Berjalan Tugu Insurance Capai Rp 235,08 M di Q3 2020

Yudistira Imandiar - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2020 19:35 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih berada di level Rp 14.100. Dolar AS sempat tersungkur dari level Rp 14.500an hingga ke Rp 14.119 pada Sabtu pekan lalu.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) melaporkan kinerja perusahaan tumbuh positif di triwulan III-2020. Laba bersih Tugu Insurance di Q3-2020 mencatatkan laba tahun berjalan konsolidasian Rp 235,08 miliar, meningkat dari capaian di Q2 sebesar Rp 98,42 miliar.

Mengutip laporan perusahaan, sampai dengan Q3-2020, pendapatan premi secara konsolidasi Tugu Insurance mencapai Rp 4,57 triliun, turun dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp 4,94 triliun. Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna menerangkan penurunan tersebut diakibatkan pelemahan ekonomi global, penurunan harga minyak, dan pelemahan pasar modal dampak pandemi COVID-19.

"Namun kerja keras kami di masa sulit ini masih dapat mencatatkan pertumbuhan produksi premi di beberapa lini produk asuransi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara kinerja induk (own operation) perolehan premi marine hull naik 29% dari Rp 142,43 miliar menjadi Rp 183,55 miliar, diikuti dengan premi offshore naik 18% dari Rp 440,29 miliar menjadi Rp 519,69 miliar, adapun untuk premi bond naik 32% dari Rp 17,27 miliar menjadi Rp 22,76 miliar, dan di sektor health insurance naik 32% dari Rp 14,80 miliar menjadi Rp 19,54 miliar," papar Indra dalam keterangan tertulis, Kamis (17/11/2020).

"Bahkan pada kondisi industri penjualan otomotif yang masih cukup memprihatinkan kami bersyukur bahwa premi asuransi kendaraan bermotor kami tetap mempertahankan sales dari Rp 143,04 miliar menjadi Rp 144,11 miliar" lanjut Indra.

Ia menambahkan sampai dengan 30 September 2020, kinerja hasil underwriting konsolidasi Tugu Insurance sudah mencapai Rp 388,41 milyar, diikuti dengan pencatatan total asset Rp 20,19 triliun, dan ekuitas mencapai Rp 8,38 triliun.

"Dan tingkat Risk Based Capital (RBC) Perseroan adalah sebesar 368%, jauh di atas ketentuan batas minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%," urai Indra.

Tugu Insurance juga melaporkan outlook perseroan meningkat menjadi "Stable", sedangkan peringkat rating internasional dari lembaga pemeringkat global A.M. Best bertahan di level 'A-' (Excellent). Indra menyampaikan selama 5 tahun berturut-turut Tugu Insurance masih menjadi satu-satunya perusahaan asuransi umum nasional yang memiliki predikat rating internasional 'A-' (Excellent) dari A.M. Best. Peringkat tersebut, jelas Indra, mencerminkan posisi keuangan Tugu Insurance yang sangat kuat, didukung oleh operasional bisnis yang kuat dan manajemen risiko yang memadai.

Indra mengatakan perseroan terus berinovasi dalam berbagai hal untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan, di antaranya melalui produk unggulan baru t-fracture, layanan Tugu Real Experience (t-rex) untuk bantuan darurat 24/7, layanan Call TIA (Tugu Insurance Assistance) 1 500 458 setiap saat, t-drive application untuk memasarkan produk t-drive maupun t-ride, serta t-friends application untuk menggarap bisnis dari keagenan.

"Kami berharap produk-produk Tugu Insurance semakin mudah dijangkau melalui berbagai kanal distribusi guna memenuhi kebutuhan asuransi pelanggan. Simplifikasi proses dengan menggunakan platform digital juga terus kami kembangkan untuk mempermudah proses pembelian hingga klaim menyesuaikan dengan gaya hidup #NewNormal," ulas Indra.

(prf/hns)