BSM Akan Gaet Pegadaian Buka Office Chaneling

BSM Akan Gaet Pegadaian Buka Office Chaneling

- detikFinance
Rabu, 25 Jan 2006 17:05 WIB
Jakarta - Bank Syariah Mandiri (BSM) akan menggaet Perum Pegadaian untuk mengembangkan transaksi syariah melalui office chaneling. Selain itu, BSM juga tengah mengincar PT Pos Indonesia.Dengan adanya office chaneling maka BSM bisa membuka counter diluar kantor cabang BSM. Namun implementasi ini masih akan menunggu keluarnya peraturan dari Bank Indonesia (BI).Keluarnya peraturan BI ini untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap jasa perbankan syariah. Caranya dengan mengizinkan cabang bank konvensional yang telah memiliki unit usaha syariah untuk melayani juga transaksi syariah melalui office chaneling. "Kan Pegadaian masih lembaga keuangan, namun office chaneling ini juga tidak mudah," kata Direktur Kepatuhan dan Risk Management BSM, Hana Wijaya.Hal itu diungkapkan Hana disela acara pencanangan persiapan implementasi Basel II perbankan Indonesia, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (25/1/2006).Menurut Hana, pihaknya telah memberikan rencana tersebut ke Pegadaian dan mendapat respons baik. Sebelumnya kerja sama office chaneling dilakukan antara PT Pos Indonesia dan Bank Muammalat. Office chaneling ini bisa menekan beban biaya perusahaan, karena investasinya lebih murah dan efisien ketimbang membuka cabang baru. Hana berharap, peraturan BI tentang office chaneling tidak hanya dilakukan kepada bank induk, tapi juga kepada lembaga nonbank yang memiliki usaha terkait serta bank lainnya."Kami mengharapkan, peraturan tentang office chaneling bisa diperluas dengan menggaet lembaga nonbank seperti PT Pos dan Pegadaian," ujar Hana. Pasalnya, office chaneling dengan lembaga nonbank dan bank lain diluar induk, diyakini bisa mempercepat pertumbuhan bank syariah. Hana memperkirakan, peraturan office chaneling BI ini akan keluar pada akhir bulan ini.Dengan adanya office chaneling ini, market share bank syraiah di tahun 2007 diperkirakan meningkat menjadi 5,7 persen dari saat ini sebesar 1,2 persen. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads