Bank Sudah Ambil Untung Kegedean, Bunga KPR Harus Turun!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 21 Nov 2020 11:15 WIB
Infografis KPR Syariah
Foto: Tim Infografis: Fuad Hasim

Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengungkapkan suku bunga kredit di Indonesia memang lambat dalam mentransmisi kebijakan moneter.

Dia menyebutkan jika di negara lain seperti Filipina atau Amerika Serikat (AS) begitu bunga bank sentral turun, maka perbankan lebih cepat menyesuaikan. Hal ini karena KPR dinilai menyokong pertumbuhan ekonomi.

"Ini karena properti multiplier effectnya besar, karena butuh bahan bangunan, semen, kaca, buruh itu luas sekali," jelas dia.

Menurut Satria, sudah seharusnya ditargetkan oleh BI dan pemerintah agar bunga kebijakan bisa bertransmisi lebih cepat. "Saat ini yang dilakukan BI sudah sangat baik dengan menurunkan suku bunga acuan. Kalau dilihat lagi masih ada ruang 25 bps lagi pada Desember atau Januari untuk turun," jelas dia.

Dari catatan di sejumlah bank, suku bunga dasar kredit untuk KPR masih di atas 9%. Bahkan ada yang di atas 10%. Penetapan bunga ini memang bervariasi tergantung dari risiko profil calon nasabah.

Meski Bank Indonesia sudah memangkas bunga acuan, namun bunga kredit bank masih selangitMeski Bank Indonesia sudah memangkas bunga acuan, namun bunga kredit bank masih selangit Foto: Infografis/Fuad Hasim/detikcom: Bunga bank selangit
Halaman

(kil/fdl)