Gubernur BI: Penguatan Rupiah Bisa Tekan Inflasi

Gubernur BI: Penguatan Rupiah Bisa Tekan Inflasi

- detikFinance
Kamis, 26 Jan 2006 13:35 WIB
Jakarta - Penguatan nilai tukar rupiah yang berlangsung lama bisa membantu menekan tingginya inflasi. Dengan penguatan rupiah yang berlangsung lama, maka imported inflation menjadi tidak berarti lagi."Tapi harus diperhatikan juga dari sisi yang lain, yaitu soal competitiveness barang-barang produksi Indonesia," ujar Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah.Hal itu disampaikannya usai menjadi pembicara dalam workshop linkage program di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (26/1/2006).Mengenai penguatan rupiah dalam dua hari terakhir, Burhanuddin mengatakan, hal itu semata-mata ditentukan oleh pasar. "Biarkan pasar yang menentukan, kalau pasar mau, ya bisa. Kalau pasar nggak mau, ya nggak bisa," tegasnya.Mengenai kemungkinan penurunan suku bunga, Burhanuddin mengaku pihaknya akan mempertimbangkan sejumlah faktor. "Kita masih menunggu berbagai laporan dan juga akan mempertimbangkan likuiditas internasional," tambahnya.BI juga masih menunggu hasil pertemuan Bank Sentral AS (Federal Reserve/Fed) pada 30 Januari mendatang untuk memantau perkembangan suku bunga. "Dugaan orang masih akan meningkat sekali lagi. Itu merupakan cycle terakhir dari pengetatan likuiditas internasional," jelasnya.Menurut Burhanuddin, jika Fed menaikkan suku bunga, BI tidak akan serta-merta menaikkan suku bunganya. Dan dengan berbagai data dan laporan, BI nanti akan melihat pengaruhnya terhadap kebijakan di Indonesia. Yang pasti, perbedaan suku bunga Indonesia dan Fed masih cukup besar, yakni 8,25 persen.Mengenai kondisi makro Indonesia saat ini, Burhanuddin menilainya sudah berjalan cukup baik dan sesuai jalur yang direncanakan. Namun angka pertumbuhan ekonomi baru akan terlihat pada kuartal I-2006.Dan pada kuartal I-2006, BI akan melihat apakah pengetatan likuiditas dalam negeri perlu diperbaiki atau tidak. "Seperti yang saya katakan, kemungkinan ada semacam relaksasi," tandasnya. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads