The Fed Naikkan Proyeksi Ekonomi AS Jadi 4,2% di 2021

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 17 Des 2020 09:47 WIB
WASHINGTON, DC - DECEMBER 24:  Trash begins to accumulate along the National Mall near the Washington Monument due to a partial shutdown of the federal government on December 24, 2018 in Washington, DC. The partial shutdown will continue for at least a few more days as lawmakers head home for the holidays as Democrats and the Trump administration cannot agree on an amount of funding for border security. (Photo by Win McNamee/Photo by Win McNamee/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: Getty Images
Jakarta -

Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve menaikkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS untuk akhir tahun ini dan 2021. Kenaikan itu disampaikan melalui laporan Ringkasan Proyeksi Ekonomi atau Summary of Economic Projections yang dirilis pada Rabu (16/12).

Mengutip dari CNBC, Kamis (17/12/2020) dalam laporan itu The Fed memperkirakan produk domestik bruto (PDB) riil turun hanya 2,4% pada 2020, meningkat dibandingkan prediksi pada September lalu turun 3,7%. Proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2021 juga meningkat dari 4,0% menjadi 4,2%.

The Fed yang dipimpin Jerome Powell juga memperkirakan tingkat pengangguran turun menjadi 6,7% tahun ini, lebih jauh di bawah 7,6% yang diperkirakan sebelumnya. Sedangkan, tingkat pengangguran akan turun menjadi 5,0% pada 2021, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 5,5%.

Komite Pasar Terbuka Federal atau The Federal Open Market Committee (FOMC) mengatakan akan terus membeli setidaknya US$ 120 miliar obligasi setiap bulan hingga pasar tenaga kerja stabil dan harga barang juga stabil.

The Fed mempertahankan perkiraan inflasi untuk tahun 2020 tidak berubah di 1,2%. FOMC melihat inflasi naik di laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) berjalan ke 1,8% tahun depan, sedikit di atas perkiraan sebelumnya 1,7%.

Inflasi PCE inti diperkirakan sebesar 1,4% tahun ini, turun sedikit dari proyeksi September sebesar 1,4%. Pada 2021 inflasi PCE inti diperkirakan mencapai 1,8%, naik dari perkiraan September sebesar 1,7%.

The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga setelah memangkasnya mendekati nol dalam pertemuan darurat pada Maret sebab kasus pandemi COVID-19 terus meningkat.

(eds/eds)