Lembaga Jepang Pertahankan Peringkat Utang RI di Tengah Pandemi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 22 Des 2020 17:25 WIB
Ilustrasi bendera jepang
Foto: Dok. REUTERS/Toru Hanai
Jakarta -

Lembaga pemeringkat kredit Jepang atau Japan Credit Rating Agency, Ltd (JCR) mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia di level BBB+/outlook stabil atau investment grade.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan dengan pengukuhan rating tersebut artinya makin terjaganya keyakinan strakeholder internasional terhadap ketahanan perekonomian Indonesia di tengah pandemi COVID-19 yang secara signifikan menekan ekonomi global.

Menurut dia hal ini karena kredibilitas, kebijakan dan sinergi bauran kebijakan antar aBI dan pemerintah yang semakin baik.

"Ke depan BI akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, melanjutkan sinergi dengan pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional," kata dia dalam siaran pers, Selasa (22/12/2020).

Peringkat ini diberikan oleh JCR karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid karena solidnya permintaan domestik, utang pemerintah yang terkendali, ketahanan ekonomi Indonesia yang cukup baik dari gejolak eksternal, nilai tukar yang fleksibel, kredibilitas kebijakan moneter hingga akumulasi cadangan devisa.

JCR juga menyebut ada tantangan yang masih akan dihadapi oleh Indonesia. Misalnya Indonesia saat ini masih ketergantungan dengan sumber daya alam, rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) yang masih rendah dan proses pendalaman pasar keuangan domestik yang masih terjadi.

Lembaga pemeringkat ini juga menilai upaya pemerintah untuk mengendalikan dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian melalui sinergi antar akebijakan fiskal yang ekspansif dengan tetap hati-hati dan mengelola pembatasan kegiatan ekonomi.

Kemudian kebijakan BI yang agresif namun terukur menyediakan likuiditas bagi perekonomian. JCR memproyeksi rasio utang pemerintah terhadap PDB diperkirakan tetap terkendali pada kisaran 40% di tengah kebijakan fiskal yang ekspansif.

JCR menilai komitmen pemerintah untuk menjaga momentum reformasi struktural ekonomi meski di tengah pandemi dengan disahkannya Omnibus Law on Job Creation (UU Cipta Kerja).

Sebelumnya JCR meningkatkan sovereign credit rating Indonesia dari BBB/ Outlook positif menjadi BBB+/outlook stabil pada 31 Januari 2020.

(kil/dna)