Pahala Mansury Wamen BUMN, Nixon Jadi Plt Dirut BTN

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 23 Des 2020 14:36 WIB
Direktur Finance, Planning & Treasury  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk  Nixon LP Napitupulu  (kedua dari kanan) dan  Direktur Utama PT SMF  Ananta Wiyogo (ketiga dari kiri) bersama dengan Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Adang Sutara, Senior EVP Direktorat Treasury And Global Services Bank BRI Listiarini Dewajanti dan Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Halim Haryono serta Komisaris Utama SMF Iskandar Saleh meresmikan pencatatan EBA- SP SMF BTN 05 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Rabu (4/12). Adapun nilai total EBA-SP sebagai instrumen hasil sekuritisasi dan tagihan KPR yang diperdagangkan senilai Rp 2 Triliun. Dengan tercatatnya EBA-SP SMF BTN 05 yang meraih rating id AAA dan sangat diminati pasar tersebut, maka Bank BTN telah tercatat 12 kali melakukan transaksi sekuritisasi dengan total nilai EBA mencapai sebesar Rp 11,65 triliun.
Nixon Napitupulu (kanan). Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi menunjuk Nixon L.P. Napitupulu sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut BTN usai Direktur Utama sebelumnya, Pahala Nugraha Mansury, dipercaya menjadi Wakil Menteri Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN).

Adapun, Pahala resmi dilantik Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menjadi Wamen BUMN pada Rabu (23/12). Sementara, pengangkatan Nixon sebagai Plt. diputuskan dalam Rapat Komisaris BTN yang digelar di hari yang sama untuk kemudian akan dilaporkan ke Pemegang Saham.

Plt Dirut BTN Nixon mengatakan Bank BTN bangga Direktur Utama perseroan dipercaya menjadi Wamen BUMN. Menurutnya, BTN akan tetap fokus melanjutkan visi sebagai The Best Mortgage Bank in Southeast Asia in 2025.

"Kami akan tetap melanjutkan visi sebagai The Best Mortgage Bank in 2025. Kami optimistis mencatatkan kinerja di atas target pada akhir 2020," ujar Nixon di Jakarta, Rabu (23/12).

Nixon menjelaskan BTN telah menerjemahkan visi tersebut dalam berbagai strategi yang inovatif dan terukur. Perseroan pun telah menggelar berbagai transformasi dan perbaikan proses bisnis sejalan dengan visi tersebut.

Dengan berbagai aksi tersebut, hingga triwulan III/2020, Bank BTN pun mencatatkan kinerja positif kendati di tengah pandemi. Dalam laporan keuangan perseroan, emiten bersandi saham BBTN ini sukses mencatatkan laba bersih per triwulan III/2020 sebesar Rp1,12 triliun atau naik 39,72% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Adapun, pada 2020, BBTN optimistis membidik laba bersih di atas Rp1,2 triliun. Sementara, per November 2020, laba perseroan telah menyentuh posisi lebih dari Rp1,3 triliun. "Mudah-mudahan akhir tahun 2020 target laba BTN akan terlampaui," kata Nixon menambahkan.

Sementara itu, pada 2021, bank spesialis kredit perumahan ini memproyeksikan laba bersih akan berada di level Rp2,8 triliun. Perseroan membidik kredit dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sejalan pada kisaran 7%-9%.

Nixon juga menuturkan BTN tetap menunggu arahan dari Kementerian BUMN. "Kami menunggu arahan Kementerian BUMN untuk penyelenggaraan RUPSLB [Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa," kata Nixon.

Sebagai informasi, Nixon resmi bergabung di Bank BTN melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BTN pada 17 Maret 2017. Terakhir, Nixon menduduki posisi sebagai Direktur Finance, Treasury, & Strategy Bank BTN sebelum didapuk sebagai Plt Dirut BTN.

(ang/eds)