Ini Rekomendasi 'Emas Digital' yang Wajib Dilirik Selain Bitcoin

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 25 Des 2020 12:15 WIB
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he just felt like being part of history. The ATM, named Robocoin, allows users to buy or sell the digital currency known as bitcoins. Once only used for black market sales on the internet, bitcoins are starting to be accepted at a growing number of businesses. (Photo by David Ryder/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: Getty Images
Jakarta -

Mata uang kripto, khususnya Bitcoin, banyak dilirik masyarakat, apalagi untuk dijadikan instrumen investasi di tengah kondisi pandemi. Tak heran kini harganya meroket hingga Rp 270 juta per keping.

CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengatakan saat ini bukan cuma Bitcoin yang bisa dilirik peminat mata uang kripto. Ada juga Ethereum yang cukup menjanjikan.

Menurutnya, Ethereum juga menjadi pelopor mata uang kripto bersama Bitcoin. Keduanya pun disebut Oscar sudah memiliki teknologi yang solid untuk menunjang transaksinya.

"Ethereum sih rising stars, karena dia dan Bitcoin ini punya teknologi yang solid. Kalau Bitcoin mau jadi mata uang internet, kalau Ethereum mau mendukung pertumbuhan desentralisasi aplikasi," ujar Oscar dalam siaran Podcast Tolak Miskin detikcom.

Bicara soal harganya, Oscar menyebut Ethereum juga mengalami lonjakan besar macam Bitcoin. Bila beberapa tahun lalu di kisaran Rp 1 juta, kini sudah mencapai Rp 8 juta per keping.

Koin-koin alias mata uang kripto lainnya di luar Bitcoin pun menurut Oscar cukup menjanjikan, bahkan kenaikannya per hari bisa mencapai 10%.

"Kripto macam Etherium ini juga sedang naik sekali, harganya naik daru Rp 1 juta ke Rp 8 juta (per keping). Banyak koin lainnya itu naiknya juga cepat dalam sehari bisa 10% lebih," ujar Oscar.

Di sisi lain, beberapa pengembangan mata uang kripto dan teknologi blockchain membuat perkembangan Bitcoin, Ethereum, dan kawan-kawannya mengalami kemajuan.

Bahkan, beberapa pengembangan dilakukan oleh perusahaan besar macam Facebook. Dia memprediksi akan banyak aliran uang ke mata uang kripto seiring dengan pengembangan yang masif.

"Itu memicu pertumbuhan positif ya, karena kalau unicorn di luar negeri mendukung pertumbuhan blockchain dan mata uang kripto, ini akan membuat banyak aliran uang ke kripto. Hal itu memicu pertumbuhan kripto akan lebih luas," sebut Oscar.

Kepercayaan masyarakat pun akan terbentuk dengan sederet pengembangan yang masif tersebut. Terlebih lagi beberapa negara pun sudah mulai memberikan regulasi untuk menunjang mata uang kripto.

"Kan dulu banyak skeptis karena nggak ada fisiknya. Tapi kita lihat ini akan banyak yang mengadopsinya sekarang, makin didukung," kata Oscar.

(eds/eds)