Wealth Management BRI Catat Pertumbuhan Positif Year on Year

yud - detikFinance
Selasa, 29 Des 2020 11:49 WIB
Direktur Konsumer Bank BRI Handayani
Foto: Dok. Bank BRI
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan positif dalam bisnis wealth management di tengah pandemi COVID-19. Dana kelolaan wealth management BRI per akhir November 2020 meningkat 17% secara tahunan (year on year) dengan Asset Under Management (AUM) mencapai angka Rp 132 triliun.

Bisnis wealth management merupakan alternatif instrumen investasi yang ditawarkan oleh BRI kepada nasabah atau investor. Salah satu yang banyak dipilih nasabah dan investor, yakni Surat Berharga Negara (SBN) karena merupakan salah satu instrumen investasi yang aman saat ini.

Penjualan SBN oleh BRI meningkat hampir dua kali dari penjualan tahun sebelumnya, yakni sebesar 185 persen secara tahunan (year on year) dengan market share penjualan mendekati 12 persen. Sebagai mitra distribusi, Bank BRI mencatat total penjualan SBN Ritel pada primary market selama tahun 2020 sebesar Rp 9 triliun.

"Kami memberikan apresiasi atas kepercayaan nasabah yang telah menginvestasikan dananya di bisnis wealth management BRI. Tentunya kami berupaya untuk mengelola dana tersebut secara optimal," ungkap Direktur Konsumer BRI Handayani dalam keterangan tertulis, Senin (28/12/2020).

Lebih lanjut, Handayani mengungkapkan seiring peningkatan Asset Under Management (AUM), Fee Based Income (FBI) dari produk investasi dan bancassurance BRI juga meningkat sebesar 33% secara tahunan (year on year).

Handayani mengatakan BRI terus berupaya mengakselerasi kinerja wealth management BRI dengan menyiapkan strategi memperkuat edukasi pengelolaan keuangan kepada masyarakat. Selain itu BRI juga menawarkan instrumen produk dengan risiko yang relatif aman, maupun investasi dan proteksi yang bekerja sama dengan manajer investasi, asuradur maupun sekuritas yang terpercaya dan berpengalaman.

"Upaya tersebut akan terus dilaksanakan di 2021 sesuai komitmen BRI mendorong inklusi investasi kepada masyarakat dan nasabah. Kami optimis jika bisnis wealth management mempunyai prospek cerah dan akan terus tumbuh di masa depan," pungkas Handayani.

(mul/mpr)