Syekh Ali Jaber Wafat, Bankir Syariah Kenang Kelembutan Dakwahnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 14 Jan 2021 14:50 WIB
Syekh Ali Jaber meninggal dunia pagi tadi karena sakit Kamis, (14/1). Syekh Ali Jaber  adalah ulama besar dan penghapal Al-Quran yang lahir di Madinah.
Syekh Ali Jaber/Foto: pool
Jakarta -

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana mengungkapkan kepergian Syekh Ali Jaber merupakan sebuah kehilangan besar untuk umat Islam di Indonesia.

"Beliau seorang ulama moderat yang luas dan dalam pengetahuan keislamannya mampu membawa dakwahnya secara lembut tanpa mengurangi kualitas dakwahnya itu sendiri," kata dia, Kamis (14/1/2021).

Permana juga mendoakan Syekh Ali Jaber husnul khatimah.

Kepala Unit Usaha Syariah (UUS) OCBC NISP Koko T Rachmadi juga menyampaikan belasungkawa. Dia mengungkapkan rasa terima kasih atas segala nasehat dan suri tauladan yang telah diberikan oleh Syekh Ali Jaber.

"Innalillahi wa innailaihi raji'un. Segala sesuatu yang bernyawa sudah Allah tetapkan batas waktunya kapan ia akan kembali menghadap sang pencipta. Maka, bersabarlah atas apa yang terjadi saat ini. Duka cita yang mendalam atas kepergian Syeh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber, Terima kasih atas segala nasehat dan suri tauladan yang telah diberikan," ujar Koko.

Ketua umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AAS) Erwin Noekman menyampaikan rasa duka atas wafatnya Syekh Ali Jaber.

"Pengurus dan staf sekretariat AASI mengucapkan turut berduka atas wafatnya Syaikh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber guru dan Dai illallah. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar dia.

Syekh Ali Jaber lahir di Madinah pada 1976. Ia merupakan anak pertama dari 12 bersaudara. Saat usia 13 tahun dia sudah menjadi imam masjid.

Pada usia 10 tahun ia sudah menghafal 30 juz Al Quran. Di Indonesia Syekh Ali Jaber dikenal saat menjadi juri program televisi Hafiz Indonesia.

Kemudian 2008 lalu dia datang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk bertemu saudara sekaligus berlibur. Dia langsung mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Padahal kala itu dia belum bisa berbahasa Indonesia.

Lalu Syekh Ali Jaber menikah dengan perempuan asal Lombok bernama Umi Nadia. Dari pernikahan itu ia mendapatkan putra yang diberi nama Hasan.

(kil/ara)